MarkPlus Conference Bawa Isu Tantangan Pemasaran di Tahun Depan

Husen Miftahudin    •    Kamis, 08 Dec 2016 18:02 WIB
mark plus
MarkPlus Conference Bawa Isu Tantangan Pemasaran di Tahun Depan
Founder & Chairman Markplus, Inc? Hermawan Kartajaya. (FOTO: MI/Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Jakarta: Para pekerja pemasaran harus siap dengan tantangan global. Ini diperlukan agar pekerja pemasaran bisa membawa bisnis perusahaan menyesuaikan era yang semakin ketat dengan persaingan lokal hingga asing.

Tantangan itu dibaca MarkPlus, Inc. untuk mengadakan MarkPlus Conference 2017. Mengusung tema New Realities, New Marketing: New Content, For Indonesian Human, Beyond 3.0, konferensi yang ke-11 ini fokus membahas tren dan fenomena pemasaran yang akan terjadi di Indonesia di tahun depan.

"Di 2017 kita harus siap dengan kenyataan-kenyataan baru yang tidak disangka seperti Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS), Tiongkok menjadi wisatawan nomor satu di Indonesia, dan munculnya generasi muslim yang modern. Suka tidak suka kita harus terima dan harus dihadapi," kata Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya, di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Menurutnya, industrialisasi era 3.0 mengharuskan setiap pekerja untuk terus meningkatkan kualitas agar mampu menyesuaikan perkembangan zaman yang semakin canggih dan persaingan ketat. "Spirit 3.0 tidak boleh hilang jika ingin survive di 2017," tegasnya.

Menurut Hermawan, di 2017 brand harus benar-benar membuktikan janji produknya. Ini karena tren akan kembali ke konten dan tidak lagi hanya atas konteks semata.

Baca: Mark Plus Berbagi Strategi untuk 2017

"Oleh karena itu harus mengadopsi pendekatan style with substance, konten kuat namun harus appealing agar orang lebih tertarik lagi," ungkap dia.

Di dunia pemasaran Indonesia, lanjut Hermawan, konsepnya harus memadukan tiga kekuatan, yakni Islam, Barat, dan Tiongkok. Dengan memadukan tiga kekuatan itu, diyakini mampu menghasilkan entrepreneurs tangguh, creativity yang semakin canggih, dan productivity yang semakin tinggi.

"Organisasi bisnis di 2017 harus mempunyai semangat sebagai entrepreneurial marketing organization dan harus dapat mengelola dengan baik online-offline, machine to machine, dan human to human," tegas Hermawan.

The MarkPlus Conference 2017 sendiri dihadiri oleh 5.000 partisipan yang terdiri dari para eksekutif perusahaan, pebisnis, pemasar, akademisi, pelajar, dan profesional dari Indonesia maupun luar negeri. Konferensi ini juga melibatkan 500 perusahaan dan 50 pembicara yang kompeten dalam bidangnya.


(AHL)