Sinergi BUMN Wujudkan Ketahanan Pangan Digital

Kautsar Widya Prabowo    •    Senin, 09 Jul 2018 15:45 WIB
bumn
Sinergi BUMN Wujudkan Ketahanan Pangan Digital
Illustrasi. ANT/Wahyu Putro.

Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencoba mensejahterakan petani dan mewujudkan ketahanan pangan melalui  program kewirausahaan pertanian dan digitalisasi. Hal tersebut diaplikasikan dengan dengan sistem yang terintergrasi melalui Logistik Tani (Logtan), yang dikembangkan oleh Telkom Indonesia.

Direktur Digital dan Strategic Portofolio Telkom David Bangun menjelaskan, dalam aplikasi tersebut terdapat data lengkap petani, luas lahan yang dimiliki hingga target panen yang akan dilakukan.

"Ini ada data-data petani, ada Nomor Induk Kependudukan (Naik), profil sosial, dia (petani) menghadapi apa, data lahan di setiap kecamatan, dengan itu validasi data sangat tinggi, petani mengelolanya lahan mana itu menjadi perhatian kita," ujarnya dalam Konfersi Pers di Kantor BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018.

Ia menambahkan, aplikasi yang telah di launching pada 7 Juni lalu dapat digunakan dalam pemrosesan layanan pertanian seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat), AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi), penyerapan beras, serta pembelian saprotan (saran produksi pertanian).

"Informasi yang terekam dalam Logtan telah divalidasi langsung ke lapangan dan dilengkapi dengan dokumen pendukung (foto petani dan dokumen kk)," tambahnya.
 
Selain itu, digitalisasi sistem Pertanian akan membuat pengolahan bisnis yang modern dalam kewirausahaan  bisnis yang modern dalam pertanian, termasuk pemanfaatan perangkat ERP (Enterprise Resource Planning) dan POS (Point of Sales) oleh petani.

ERP tersebut memungkinkan alur pendanaan, bahan baku, produksi dan sistem pendukung dapat diperbarui secara cepat dan dipantau secara akurat. Sedangkan POS memudahkan proses penjualan dan pemantauan data-data penjualan. Kedua sistem tersebut telah terintegrasi, sehingga seluruh aktivitas Mitra Bumdes Bersama (MBB) dapat terintegrasi dan termonitor dalam level nasional.

"MBB dapat melakukan akses pasar dan memberikan harga yang lebih menguntungkan bagi petani. Terlebih, keuntungan penjualan langsung dirasakan petani," tuturnya.

Senada dengan itu, Direktur Utama PT Pertani Wahyu menuturkan kedepanya sistem tersebut menjadi sentra pengolahan beras terpadu.  

Sedangkan integrasi peran BUMN hadir dari masing-masing perusahaan, seperti Telkom yang membantu dengan lahan dan bangunan, Pertanian memiliki drayer dan penggilingan beras. Sedangkan untuk modal peran bank milik negara (Himbara) berkontribusi di sembilan kabupaten di Jawa Barat. "Pertani juga melakukan pendampingan, hasil berasnya, jadi ini sinergi BUMN," imbuhnya.

Adapun program kewirausahaan dan digitalisasi Pertanian diimplementasikan di sembilan kabupaten di Jawa Barat, yaitu Indramayu, Karawang, Purwakarta, Majalengka, Sumedang, Cianjur, Garut, Ciamis, dan Tasikmalaya.

Perusahaan BUMN yang terlibat selian PT Telkom Indonesia, di antaranya PT Pupuk Indonesia (Persero), BTN, BNI, BRI, Bank Mandiri, Perum Bulog, RNI, Askrindo, Jasindo, Pertani, Sang Hyang Seri, Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Mitra BUMDes Bersama (MBB).


(SAW)