Alasan YLKI Yakin Ada Kartel Tiket Pesawat oleh INACA

Nia Deviyana    •    Jumat, 25 Jan 2019 19:35 WIB
bisnis maskapai
Alasan YLKI Yakin Ada Kartel Tiket Pesawat oleh INACA
Ketua YLKI Tulus Abadi. (FOTO: MI/Irfan)

Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk melakukan penyidikan terhadap dugaan kartel tiket pesawat terbang oleh Indonesia National Air Carriers Association (INACA).

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan dugaannya terhadap INACA bukan tanpa alasan. INACA dianggap terang-terangan menyepakati perubahan pelayanan dalam pernyataan konferensi pers yang dilakukan di Jakarta, Minggu, 13 Januari 2019 lalu.

"Saya kemarin dipanggil Watimpres bersama KPPU, dan saya kira dugaan itu sah karena bisa ditenggarai dengan mereka jumpa pers bersama, menurunkan harga bersama, berarti kan ada dugaan ke arah sana (kartel)," ujar Tulus saat ditemui di kantornya, Jalan Pancoran Barat VII Jakarta Selatan, Jumat, 25 Januari 2019.

Menurut Tulus, langkah INACA menggelar konferensi pers mengenai perubahan harga tiket pesawat terbang telah melanggar etika bisnis.

"Dalam dunia usaha itu kan tabu masing-masing bicara soal tarif, kemudian bicara soal struktur biaya, tapi kenapa mereka bicara itu bersama-sama? Itu jadi sebuah blunder menurut saya," tegas Tulus.

Ketua Umum INACA Ari Askhara saat dihubungi Medcom.id, 23 Januari 2019, membantah tuduhan YLKI. Ia mengatakan pihaknya bahkan mendukung KPPU dalam melakukan klarifikasi.

"Kami juga terbuka atas masukan-masukan yang diberikan KPPU," kata Ari, sembari menambahkan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan KPPU sebanyak dua kali.

Senada dengan Ari, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  juga meyakini bahwa tidak ada kartel dalam penentuan tarif pesawat. Namun, Budi memberikan restu jika KPPU ingin melakukan investigasi.

"Saya pikir silakan KPPU masuk, mereka berwenang untuk itu. Tapi kalau menurut saya, saya rasa tidak (ada kartel)," ujar Budi saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

 


(AHL)