LPEI Sokong Pembiayaan Ekspor Industri Pertahanan

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 08 Nov 2018 18:53 WIB
indonesia eximbank
LPEI Sokong Pembiayaan Ekspor Industri Pertahanan
Indo Defence 2018 Expo & Forum 2018. (FOTO: MI/Ramdani)

Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank turut mendukung pengembangan ekspor produk alat utama sistem senjata (alutsista) nasional.

Hal ini khususnya pada sektor penunjang melalui pemberian fasilitas ekspor kepada sejumlah BUMN, di antaranya PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), dan PT PAL Indonesia (Persero).

"Produk ekspor meliputi pesawat terbang dan kapal angkut yang diekspor antara lain ke Senegal dan Nepal," tutur Direktur Pelaksana V LPEI Bonifacius Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 November 2018.

Menurut dia, LPEI menawarkan sejumlah skema pembiayaan di Indo Defence 2018 Expo & Forum, sehingga acara ini akan menjadi wahana one stop solution bagi pembeli berpotensial. Salah satunya dengan skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) atau National Interest Account (NIA), hal itu berdasarkan dasar hukum pendirian Indonesia Eximbank (UU Nomor 2/2009).

Baca: Indo Defence Expo Diharapkan Perluas Pasar Industri Pertahanan

"Dalam hal ini, LPEI dapat melaksanakan penugasan khusus dari pemerintah untuk mendukung program ekspor nasional atas biaya Pemerintah, melalui KMK Nomor 787/KMK.08/2017," tambahnya.

Dia menjelaskan penugasan khusus adalah penugasan yang diberikan pemerintah kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, tetapi dianggap perlu oleh pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional.

Indo Defence 2018 Expo & Forum

LPEI ikut mendukung acara pameran internasional bidang teknologi industri pertahanan tiga matra, Indo Defence 2018 Expo & Forum, pada 7-10 November 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, dan juga lembaga-lembaga pemerintahan yang terkait. Tema yang diusung untuk pameran kali adalah "Building Global Defence Partnerships to Secure the Future" serta dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pameran tahun ini diikuti oleh 867 peserta pameran dari 59 negara. Puluhan negara sahabat mengirimkan delegasi untuk menyaksikan pameran internasional ini, antara lain Malaysia, Australia, Yunani, Jepang, Fiji, Belarus, Arab Saudi, Slovakia, dan Uni Emirat Arab.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dalam sambutannya mengatakan pameran ini merupakan bagian dari pemenuhan visi misi Nawacita Presiden Joko Widodo. Tahun ini merupakan pameran ke-8 setelah pertama kali dilaksanakan pada 2004.

Baca: Kemitraan Strategis RI-Inggris di Indo Defence 2018

"Selain untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan dan  menjalin kerja sama dengan negara lain, pameran ini tentunya sejalan dengan Nawacita Presiden RI," ungkap Ryamizard.

Menurut Ryamizard, kemandirian industri pertahanan yang hendak dicapai Indonesia adalah mengarah menjadi produsen, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Kemandirian itu dimulai dari diperkenalkannya medium tank buah tangan kerja sama Indonesia dengan Turki yang menargetkan penjualan hingga 20 ribu konsumen.

Bonifacius menambahkan pameran ini menjadi kesempatan bagus bagi LPEI guna menyosialisasikan fasilitas-fasilitas yang dapat diberikan oleh LPEI kepada perusahaan bidang teknologi industri pertahanan.

Pameran kali ini diharapkan bisa mengeksplorasi potensi pasar baru bagi produk industri pertahanan nasional guna meningkatkan devisa negara dari kegiatan ekspor. Produk industri pertahanan Indonesia bisa lebih kompetitif di pasar jika didukung oleh fasilitas pembiayaan.


(AHL)


Merpati dalam Cangkang

Merpati dalam Cangkang

22 hours Ago

NASIB maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) bak burung dalam sangkar.

BERITA LAINNYA