Nielsen: Ramadan Dorong Perubahan Konsumsi dan Belanja Iklan

Desi Angriani    •    Rabu, 06 Jun 2018 20:53 WIB
belanjakonsumsi rumah tangga
Nielsen: Ramadan Dorong Perubahan Konsumsi dan Belanja Iklan
Belanja TV. Dok: ANT.

Jakarta: Perusahaan riset pengukuran dan analisis data global Nielsen Indonesia mencatat pola konsumsi konsumen dan belanja iklan mengalami perubahan signifikan selama Ramadan 2018.

Executive Director Media Business Nielsen Indonesia Hellen Katherina mengatakan rata-rata konsumsi media televisi, radio dan internet mengalami peningkatan ketimbang hari-hari biasa.

Untuk konsumsi media televisi meningkat seiring dengan meningkatnya durasi menonton dari rata-rata 4 jam 53 menit menjadi 5 jam 19 menit. Jumlah penonton tv di 11 kota besar di Indonesia juga meningkat dari rata-rata 5,9 juta per hari menjadi 7 juta per hari.

"Jumlah jam tayang tipe program keagamaan (religi) meningkat, namun tipe program series masih menjadi program yang paling banyak dikonsumsi selama bulan Ramadan," katanya dalam sebuah jumpa pers di Kantor Nielsen, Jakarta, Rabu 6 Juni 2018.

Sementara konsumen yang mendengarkan radio meningkat 13 persen, disusul menjelajahi internet yang meningkat 9 persen. Namun angka menonton bioskop selama Ramadan lebih tinggi atau meningkat 17 persen.

“Perubahan kebiasaan, seperti peningkatan kepemirsaan TV, peningkatan jumlah TV co-viewing dan berubahnya medium yang digunakan untuk mendengarkan radio dari personal device (HP) menjadi collective device (radio tape), mengindikasikan bahwa bulan Ramadan membuat orang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di rumah," tutur dia.

Berdasarkan rata-rata 11 kota yang disurvei Nielsen, para pendengar radio selama Ramadan lebih memilih mendengarkan  konten religi dengan presentase peningkatan 11 persen. Peningkatan tertinggi berada di Yogyakarta (+38%), Jakarta (+31%), Makassar (+27%) dan Palembang (+25%).

Untuk mengakses internet, konsumen menghabiskan waktu 3 jam 17 menit atau meningkat sebesar 12 persen. Konten yang paling banyak diakses adalah video, berita lokal maupun internasional dan belanja online.

Menurut Hellen selama Ramadan, ditemukan adanya peningkatan kepemilikan smartphone sebesar 7 persen, kepemilikan mobil meningkat 21 persen dan rencana untuk membeli mobil juga meningkat 3.5 kali lipat.

"Kegunaan produk-produk seperti penyegar mulut, susu kental manis, teh celup, kopi instan dan mi instan di bulan puasa menjadikan produk-produk yang termasuk dalam kategori-kategori tersebut muncul di setiap daftar belanja konsumen," pungkas dia.



 


(SAW)