Insentif Pajak Disiapkan untuk Tahan Sentimen Negatif Perang Dagang

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 10 Jul 2018 07:00 WIB
Perang dagang
Insentif Pajak Disiapkan untuk Tahan Sentimen Negatif Perang Dagang
Kepala BKPM Thomas Lembong. Foto: MI/Galih Pradipta

Bogor: Ancaman perang dagang Amerika Serikat terhadap produk-produk Indonesia dinilai dapat berdampak pada investasi dan menimbulkan ketidakpastian bagi kalangan pengusaha ataupun investor. Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah menyiapkan insentif pajak untuk menahan sentimen negatif dari perang dagang tersebut.

"Kita harus menyiapkan insentif tambahan untuk menanggapi dan menanggulangi dampak kepada sentimen investor," ujar Kepala BKPM Thomas Lembong di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 9 Juli 2018.

Dia mengatakan, investasi bersifat megaproyek di bidang industri hulu harus menjadi fokus pemerintah. Pasalnya, proyek itu punya nilai investasi yang sangat besar mencapai puluhan triliun.

"‎Di hulu, industrinya banyak sekali proyek yang berorientasi ekspor atau mengurangi impor, contohnya adalah smelter," kata Tom.

Baca: Perang Dagang AS Bikin Produk Indonesia Tidak Kompetitif

Dia me‎yakini bakal banyak keuntungan yang diraih oleh pemerintah dalam meningkatkan perekonomian dalam negeri jika realisasi investasi megaproyek di hulu dipercepat. 

"Bisa tiga sentimen, investasi masuk, arus modal masuk, ekspor meningkat dan impor dikurangi demi menjaga kestabilan atau kewajaran neraca dagang," ‎ujar Tom.

Presiden Amerika Serikar Donald Trump mengancam bakal mengenakan tarif ke-124 produk asal Indonesia menyusul defisit yang terjadi pada Amerika dalam hubungan dagang dengan Indonesia.




(DMR)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

1 hour Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA