RI Sudah Masuk dalam Radar Perang Dagang dengan AS

Fauzan Hilal    •    Jumat, 06 Jul 2018 19:12 WIB
as-tiongkokPerang dagang
<i>RI Sudah Masuk dalam Radar Perang Dagang dengan AS</i>
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam menggelar perang dagang dengan Indonesia. AS pun tengah mengevaluasi produk asal Indonesia yang selama ini dinilai diberi perlakuan khusus.

Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo mengatakan ancaman tersebut membuktikan kebenaran kiblat ekonomi rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ke AS.

"Intuisi Presiden Jokowi terbukti. Kita akan kecewa bila ekonomi berkiblat ke AS semata, seperti dulu. Jauh hari, Presiden sudah mengurangi ketergantungan kita ke AS," ujar Rizal dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 6 Juli 2018.

Dia mengatakan ketergantungan Indonesia kepada investasi AS tercatat menurun signifikan. Pada 2013, investasi AS sempat mencapai USD2,4 miliar. Namun nilai tersebut terus menurun hingga 2016 hanya sebesar USD1,2 miliar. Bahkan pada 2015, investasi AS hanya mencapai angka USD893 juta. "AS tidak masuk lima besar," ucap dia.

"Indonesia sudah masuk dalam radar perang dagang dengan AS sejak Donald Trump memasukkan Indonesia dalam 16 negara mitra dagang utama yang memiliki neraca perdagangan tidak seimbang pada 2016 lalu," tutur dia.

Adapun berada di urutan pertama adalah Tiongkok yang menyumbang defisit mencapai USD347 miliar. Disusul oleh Jepang sebesar USD 68,9 miliar, Meksiko sebesar USD63,2 miliar, Irlandia USD35,9 miliar, dan Vietnam senilai USD32 miliar. Beberapa negara lain yang juga menyumbang defisit neraca perdagangan AS adalah India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Prancis, Taiwan, Kanada, dan Indonesia.

Namun demikian, beruntung Indonesia sudah menjaga jarak aman dengan AS dalam perekonomian. Sehingga ketergantungan Indonesia ke AS dapat dikurangi dan posisi tawar Indonesia lebih kuat. Menurutnya, dengan menarik kiblat ekonomi nasional dari AS sejak awal, kemandirian Indonesia lebih membaik dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, lanjut dia, bila ekonomi RI berkiblat ke AS, maka saat ini akan sangat dikecewakan Indonesia. Sebab faktanya, Presiden Trump malah menabuh perang dagang dengan Indonesia.

Sebagai diketahui GSP (The Generalized System of Preferences/Sistem Preferensi Umum) Indonesia sedang dikaji oleh AS. Dari 124 produk asal Indonesia yang sedang dikaji oleh Trump, di antaranya terdapat kayu plywood, cotton, dan lain sebagainya.

Indonesia dan AS pun sedang mengupayakan hubungan diplomasi membahas mengenai masalah tersebut. Bila GSP ini dihilangkan maka bea masuk ekspor produk Indonesia ke AS lebih mahal.

 


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA