Satgas Pangan Diminta Telusuri Permainan Kartel Bawang Putih

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 11 Apr 2018 08:01 WIB
berita dpr
Satgas Pangan Diminta Telusuri Permainan Kartel Bawang Putih
Ilustrasi: Pedagang bawang putih (Foto:Antara/R Rekotomo)

Jakarta: Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi meminta Polri atau Satgas Pangan untuk menelusuri dugaan penyelewengan permainan kartel bawang putih. Harga bawang putih melonjak karena stok terbatas.

"Satgas pangan harus mengusut tuntas tata niaga bawang putih, apalagi ada temuan dari BPK ada sembilan kejanggalan niaga pangan," kata Viva Yoga, usai menerima audiensi asosiasi pedagang bawang putih di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 10 April 2018 dalam keterangan persnya.

Ia mengatakan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus bekerja secara maksimal untuk memberantas kartel-kartel yang diduga bermain harga tinggi terhadap bawang putih, tentu berdasarkan temuan-temuan di lapangan. "Saya rasa Polri akan bekerja secara profesional," kata politisi PAN itu. 

Menurut dia, sampai saat ini para pedagang tidak menerima pasokan bawang putih sehingga menjadi masalah besar untuk petani bawang di Indonesia. Bahkan, pedagang selama beberapa tahun ini tidak menjual bawang putih lokal, tapi bawang putih impor.

"Nanti kita akan pangil dari Kementerian Pertanian, kita akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Badan Urusan Logistik (Bulog), dan Satgas Pangan," jelas dia.

Ia menambahkan berdasarkan data 2017, 97 persen bawang putih merupakan impor yaitu sebanyak 450 ribu ton. Padahal, target pemerintah tahun 2019 swasembada bawang putih.

"Di tahun 2018 ini target pemerintah diturunkan menjadi 300 ribu. Ini memang menjadi problem besar," kata dia.


(ROS)