BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi Lampung di Atas Nasional

   •    Selasa, 21 Mar 2017 10:32 WIB
pertumbuhan ekonomi
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi Lampung di Atas Nasional
Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo meninjau pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) di Provinsi Lampung. Foto: MI/Eva Pardiana

Metrotvnews.com, Lampung: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyebutkan pertumbuhan ekonomi di Lampung kurun waktu tiga tahun terakhir selalu di atas nasional. Lampung menatap target pertumbuhan ekonomi tahun ini dengan optimistis.

"Ekonomi Lampung tahun lalu tumbuh sebesar 5,15% atau di atas nasional yakni sebesar 5,02%," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Lampung Arief Hartawan di Bandarlampung, Selasa 21 Maret 2017.

Ia mengharapkan ekonomi Lampung pada tahun ini tetap tumbuh baik dengan mengoptimalkan sejumlah peluang pada beberapa sektor. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di Lampung diperkirakan lebih cepat.

"Selain pertanian, perkebunan, perikanan, industri, juga didorong sektor pariwisata agar tumbuh dan berkembang sehingga ekonomi daerah ini akan tetap naik," ujar Arief.

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menyatakan dari sisi geografis Provinsi Lampung memiliki keunggulan, mengingat daerah ini berada di pintu gerbang Pulau Sumatera. Sehingga hilirisasi produk-produk pertanian dapat lebih optimal.

Ia menyatakan, potensi tersebut menjadikan Provinsi Lampung nomor empat dalam hal ketahanan pangan secara nasional.

"Program Provinsi Lampung yang berbasis ketahanan pangan, industrialisasi, dan pembangunan pariwisata dari basis pertanian diharapkan dapat mendorong investasi di daerah ini, sehingga mendorong variabel pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung Untung Nugroho menyatakan, kondisi keuangan Lampung dalam stabil dan baik, yaitu meningkat sebesar 5,15 persen pada 2016 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Penyaluran kredit perbankan pada sektor ekonomi produktif, OJK mendorong kredit usaha rakyat, sehingga Provinsi Lampung menempati posisi 10 besar nasional dan nomor dua di Sumatera setelah Sumatera Utara," kata Untung. (Antara)


(TRK)