Jatim Targetkan Investasi Capai Rp450 Triliun di 2017

Amaluddin    •    Senin, 26 Dec 2016 20:06 WIB
jawa timur
 Jatim Targetkan Investasi Capai Rp450 Triliun di 2017
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Foto Antara/M Risyal Hidayat.

Metrotvnews.com, Surabaya: Investasi yang masuk ke Jawa Timur mencapai Rp300 triliun sejak Januari hingga Desember 2016. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat Rp450 triliun atau bertambah Rp150 triliun pada 2017.

"Kami targetkan investasi ke Jatim akan bertambah Rp150 triliun pada tahun depan. Peningkatan investasi ini sekaligus untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 hingga 5,7 persen," kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, dalam rilisnya, Senin (26/12/2016).

Menurut Gus Ipul, demikian ia disapa, laju pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2016 ini cukup bagus. Kata dia, hasil evaluasi kinerja perekonomian Jatim selama 2016 sangat membanggakan meskipun masih ada beberapa catatan yang harus diperbaiki.

"Kita patut bersyukur, sampai dengan kuartal III-2016, Pertumbuhan Ekonomi Jatim mencapai 5,57 Persen. Sementara itu, tingkat inflasi sampai kuartal yang sama hanya 1,96 persen atau jauh di bawah pertumbuhan ekonomi," katanya.

Gus Ipul yakin laju prekonomian Jatim akan lebih kencang dibanding dua atau bahkan tiga tahun sebelumnya. Caranya, kata dia, fondasi ekonomi harus terus diperkuat agar pertumbuhan tetap kokoh dan tidak mudah terpengaruh kondisi global yang penuh ketidakpastian.

Dari data yang ada, pertumbuhan ekonomi Jatim pada tahun 2015 sebesar 5,34 persen, meski pada saat itu inflasi mencapai 3,08 Persen. Bahkan pada tahun 2014, Jatim sempat mengalami situasi yang sulit karena harus menyesuaikan dengan kenaikan BBM dimana saat itu inflasi Jatim sempat lebih tiggi dari pertumbuhan ekonomi. 

"Pada tahun 2014 inflasi di Jatim mencapai 7,59 persen, padahal pertumbuhan ekonomi saat itu hanya 5,86 persen," ujarnya.

Menurut Gus Ipul, ada beberapa faktor yang menjadikan perekonomian Jatim pada 2016 ini masih digdaya di tengah krisis perekonomian global. Pertama adalah adanya peningkatan investasi yang terus masuk ke Jatim. Kemduian yang kedua adalah konsumsi masyarakat, belanja pemerintah yang tepat sasaran serta nilai impor dan ekspor yang stabil.

 "Sektor yang jadi penopang adalah industri olahan sebesar 38 persen, perdagangan 17,5 persen dan sektor pertanian sebesar 13 persen," urainya.

Sementara pada 2017, lanjut Gus Ipul, Pemprov Jatim telah menyiapkan beberapa strategi untuk menjaga peningkatan perekonomian. Diantaranya dengan tetap menjaga konsumsi masyarakat agar tetap mencintai produk dalam negeri, kemudian belanja daerah dengan menggunakan anggaran negara akan lebih fokus pada sektor yang mampu mengungkit perekonomian masyarakat.

Selain itu perdagangan dalam negeri juga akan diperkuat di tengah perdagangan luar negeri yang terus melambat. Penguatan dilakukan dengan menggenjot neraca perdagangan antarpulau yang saat ini terus mengalami kenaikan. 

"Sektor industri juga akan kami perkuat dengan mendorong revitalisasi mesin dan produk. Masalah industri kita ada pada daya saing karena teknologinya tertinggal. Makanan dan minuman misalnya, saat ini masih menggunakan kemasan lama," pungkasnya.



(SAW)