Iklim Investasi Sehat Penting Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 24 Nov 2016 10:45 WIB
pertumbuhan ekonomiinvestasi
Iklim Investasi Sehat Penting Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perekonomian Indonesia pada tahun ini tumbuh melambat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi nasional masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain karena mampu mencapai level lima persen.

Namun, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI Achmad Baiquni mengatakan, ekonomi Indonesia masih kalah dari negara ASEAN lain semacam Filipina dan Vietnam. Padahal kedua negara itu memiliki struktur ekonomi, kedekatan geografis, dan kemiripan budaya dengan Indonesia.

"Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri apalagi Presiden telah menetapkan pertumbuhan ekonomi yang optimis sebesar tujuh persen untuk dicapai di 2018-2019," kata Baiquni, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Baca: Sektor Infrastruktur Jadi Peluang Utama Investasi Sumsel

Hal tersebut, kata Baiquni, menunjukkan bahwa fundamental ekonomi nasional belum mampu memanfaatkan seluruh potensinya dengan maksimal. Salah satu permasalahan yang kerap disoroti dan juga menjadi topik utama yaitu terkait dengan iklim investasi.


Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (ANTARA FOTO/Teresia May)

"Menurut kami, pentingnya iklim investasi yang sehat merupakan keharusan terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Karena investasi terutama di sektor riil memilik pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan pengangguran, hingga peningkatan kesejahteraan," jelas dia.

Baca: Mewaspadai Investasi Bodong

Dirinya menambahkan, permasalahan sektor riil di Indonesia memang cukup kompleks. Namun demikian pemerintah dinilai telah responsif dengan menetapkan sejumlah pembangunan di sektor riil dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Baca: Pahami Karakteristik dan Tata Cara Pembelian Sebelum Berinvestasi

"Karenanya tepat pemerintah dalam RPJMN telah mengindentifikasi permasalahan sektor riil, mulai dari ekspor yang masih didominasi mentah, dan ketergantungan impor untuk domestik. Hingga penyebaran ekonomi yang tidak merata karena terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera saja," pungkasnya.

 


(ABD)