Ditjen Pajak Dorong UMKM Ikut Amnesti Pajak Periode Berikutnya

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 13 Oct 2016 16:52 WIB
tax amnesty
Ditjen Pajak Dorong UMKM Ikut Amnesti Pajak Periode Berikutnya
Petugas melayani wajib pajak untuk memperoleh informasi mengenai kebijakan amnesti pajak (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metotvnews.com, Malang: Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap mendorong agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa berpartisipasi secara maksimal terhadap program amnesti pajak atau pengampunan pajak. Hal itu akan didorong pada program amnesti pajak di periode kedua dan ketiga.

Program pengampunan pajak periode pertama sudah selesai beberapa waktu lalu. Namun, bukan berarti program yang diusung pemerintah ini selesai karena masih ada periode kedua dan ketiga. Adapun periode kedua yakni dari 1 Oktober-31 Desember 2016 dan periode ketiga dari 1 Agustus 2017-31 Maret 2017.

Pada kedua periode itu, Ditjen Pajak Kemenkeu siap mengoptimalkan UMKM untuk berpartisipasi dalam program amnesti pajak. Hal itu menjadi penting mengingat program amnesti pajak ini diperkirakan bisa mengubah dan memperbaiki struktur perekonomian agar bisa terpacu tumbuh lebih maksimal.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Kemenkeu, Hestu Yoga Seksama mengatakan, dari data Kemenkop UKM tercatat bahwa UMKM menyumbang sekitar 60 persen terhadap capaian Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Kontribusi yang tinggi ini tentu harus sejalan dengan kontribusi terhadap penerimaan pajak.

Baca: November, Dana Amnesti Pajak Diperkirakan Banyak Masuk ke Pasar Saham

"Namun sumbangannya kepada perpajakan masih kecil baru 3-4 persen," kata Hestu, dalam sebuah Media Gathering, di Malang, Jawa Timur, Kamis (13/10/2016).

Situasi dan kondisi semacam ini yang siap dimaksimalkan oleh Ditjen Pajak untuk mendorong UMKM menggunakan haknya dalam program amnesti pajak. pada titik ini, Ditjen Pajak Kemenkeu siap menggenjot sosialisasi mengenai amnesti pajak kepada UMKM di Tanah Air. Sedangkan kontribusi UMKM pada amnesti pajak periode pertama hanya sekitar 2,07 persen.

Sebagai informasi, dalam penerapan amnesti pajak bagi UMKM yang mengungkapkan asetnya dari Rp4,8 miliar hingga Rp10 miliar maka akan dikenakan tarif sebesar 0,5 persen. Sementara untuk aset yang di atas Rp10 miliar dikenakan tarif dua persen. Tarif tersebut berlaku tetap (flat) dari periode pertama hingga ketiga.

 


(ABD)