Komisi VI Tinjau Pembangunan Pabrik Semen di Rembang

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 28 Nov 2016 19:02 WIB
semen indonesia
Komisi VI Tinjau Pembangunan Pabrik Semen di Rembang
Illustrasi. ANTARA/Rekotomo.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menerima kunjungan Komisi VI DPR RI untuk meninjau langsung dan melakukan kunjungan kerja ke pabrik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah (Jateng) dan Tuban, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu, 26 November 2016.

Kunjungan yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas hasil putusan yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA) terkait izin pabrik Semen Indonesia di Rembang beberapa waktu yang lalu.

Ketua tim kunjungan ke Pabrik Semen Indonesia di Rembang, Azam Azman Natawijaya mengatakan, pembangunan pabrik Semen Indonesia di Rembang sarat akan kepentingan, baik dari investor maupun pihak lainnya. Sebagai aset milik negara, keberadaan Semen Indonesia harus dilindungi dan didukung. 

Saat ini, kondisi industri semen dalam negeri menjadi incaran investor asing. Sebagai gambaran, BUMN Semen hanya menguasai 36 persen kapasitas industri semen di Indonesia. Swasta dan asing menguasai 64 persen, sementara Semen Indonesia memiliki total kapasitas hanya 34 persen dengan market share sebesar 42,44 persen.

"Kami dukung sepenuhnya pabrik ini. Semen Indonesia hanya butuh memperbarui izin lingkungan untuk melanjutkan pembangunan pabrik ini, selain menjalin komunikasi dan pendekatan kepada beberapa pihak," ucap Azam dalam siaran persnya yang diterima media, Senin (‎28/11/2016).

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh anggota Komisi VI Abdul Wahid. Menurutnya, penolakan pendirian pabrik semen di Rembang ini hanya oleh segelintir orang saja, tidak lebih dari 5 persen. Sebagian besar warga mendukung adanya pembangunan pabrik semen. Diantara penolak tersebut, salah satunya adalah warga Pati, Jawa Tengah. 

"Kami, Komisi VI sepakat dengan Gubernur, Kapolda dan Pangdam untuk mengawal agar pembangunan pabrik ini terus berjalan," tegas Wahid.‎

Manfaat Bagi Masyarakat 

Direktur Enjinering dan Proyek Semen Indonesia, Gatot Kustyadji menambahkan, progres pembangunan pabrik Semen Indonesia di Rembang per 31 Oktober 2016 telah mencapai 97,1 persen. 

Dia meyakini pendirian pabrik dengan rencana investasi sebesar Rp4,9 triliun ini akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Rembang, diantaranya penyediaan lapangan pekerjaan, pengembangan ekonomi masyarakat, pembinaan UMKM, pemenuhan kebutuhan air, peningkatan kesejahteraan, serta pengentasan kemiskinan.

"Penyerapan tenaga kerja dalam masa pengerjaan proyek mencapai 6.075 orang, dengan tenaga kerja dari Rembang sebanyak 1.236 orang. Kami berharap dengan adanya pabrik Semen Indonesia ini, angka kemiskinan di Rembang dapat berkurang dari 19,5 persen menjadi dibawah 10 persen," tutur Gatot.


(SAW)