Kenaikan Tarif Batas Bawah Cegah Praktik Monopoli Maskapai

Nia Deviyana    •    Kamis, 08 Nov 2018 08:15 WIB
bisnis maskapaipenerbangan
Kenaikan Tarif Batas Bawah Cegah Praktik Monopoli Maskapai
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Wacana Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk menaikkan tarif batas bawah pesawat kelas ekonomi mendapat respons positif dari Wakil Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia, Rudiana.

Rudiana menilai dulu sebelum ada batas bawah banyak komponen Low Cost Carrier (LCC) yang menyesatkan, misalnya, promo marketing gimmick terbang ke rute tertentu dengan biaya yang tidak masuk akal.

"Tarif rendah ini membuat maskapai menjadi kejar tayang. Bagusnya LCC membuat hampir semua orang bisa terbang, tidak seperti dulu," ujarnya, dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Sayangnya, maskapai terkadang masih tergopoh-gopoh dalam memenuhi keamanan yang paling dasar, seperti masih terjadinya delay. Bahkan sebelum ada peraturan menteri (permen) mengenai perlindungan penggantian, penumpang tidak dapat berbuat apapun terhadap maskapai.

Penetapan kenaikan tarif batas bawah ini diharapkan Rudiana bisa mengurangi praktik monopoli di bisnis industri penerbangan. Tentunya dengan implementasi dan sanksi yang tegas dari pemerintah apabila ditemukan pelanggaran.

"Merujuk Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Anda enggak boleh menguasai pasar lebih dari 50 persen. Tapi cara yang dilakukan maskapai tertentu dengan kasih promo murah, itu yang kita sebut kanibalisme," tukasnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya sebelumnya mengatakan kebijakan menaikkan tarif batas bawah dilakukan untuk menjaga kesehatan keuangan maskapai di tengah kenaikan kurs dolar AS dan harga avtur. Rencananya, besaran kenaikan sebesar lima persen di mana tarif batas bawah penumpang pelayanan kelas ekonomi diatur serendah-rendahnya 30 persen terhadap tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan.

Adapun penentuan besaran tarif dasar tiket pesawat diatur berdasarkan hasil perhitungan biaya pokok per satuan unit produksi ditambah keuntungan. Biaya pokok terdiri dari komponen biaya langsung dan biaya pemasaran.


(ABD)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA