Sektor Ketenagakerjaan Bisa Hambat Daya Saing Investasi

Ilham wibowo    •    Kamis, 07 Feb 2019 19:27 WIB
investasi
Sektor Ketenagakerjaan Bisa Hambat Daya Saing Investasi
Illustrasi. Dok: AFP.

Jakarta: Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai sektor ketenagakerjaan perlu segera dibenahi dalam meningkatkan investasi di Tanah Air. Persoalan mendasar ini dinilai masih belum terkelola dengan baik. 

"Saya kira Kementerian Ketenagakerjaan sudah saatnya untuk melihat kembali apakah rezim ketenagkerjaan yang ada sekarang ini masih friendly untuk menarik investor atau tidak," ujar Ekonom Senior INDEF Muhammad Nawir Messi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019. 

Investor asing menjadikan sektor ketenagakerjaan sebagai aspek penting selain perizinan investasi. Menurut Nawir, diperlukan langkah strategis untuk membujuk para investor menanamkan modalnya secara efisien. 

"Investasi Indonesia belum efisien dibandingkan hampir semua negara di kawasan Asean. Kita masih ketinggalan konteks indikator incremental capital output ratio (ICOR)," ungkapnya. 

Lebih lanjut, usaha keras juga perlu dilakukan pemerintah agar menjadikan negara dengan berpendapatan tinggi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai tujuh persen per tahun hingga 2030 jadi salah satu syarat. 

"Kita membutuhkan rata-rata pertumbuhan di atas tujuh persen, untuk loncat menjadi negara kelompok berpendapatan tinggi. Karena itu mmembutuhkan pertumbuhan investasi secara tahunan harus mencapai sekitar 40 persen dan ini bukan sesuatu yang ringan tapi sangat berat," ujarnya. 

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen pada 2018 dinilai masih menempatkan Indonesia di level menengah. Nilai tersebut mesti bisa meningkat pada tahun mendatang dalam memperkuat perekonomian nasional.  

"Perlu reformasi yang komprehensif menyentuh persoalan mendasar terutama dari sisi supply side perekonomian, tanpa sentuhan yang mendasar itu saya kira kita sulit untuk keluar dari perangkap middle income trap," pungkasnya.



(SAW)