Tenun Bali dan Batik Solo Diperkenalkan pada IMF-WB 2018

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 10 Oct 2018 11:37 WIB
Berita Kemenkop UKM
Tenun Bali dan Batik Solo Diperkenalkan pada IMF-WB 2018
Sekretaris Kemenkop UKM Meliadi Sembiring. (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

Nusa Dua: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mengenalkan dua UKM binaannya, Tenun Nogo Bali dan Batik Sharma Solo, kepada delegasi dan tamu undangan acara pertemuan tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 di Paviliun Indonesia.

Sekretaris Kemenkop UKM Meliadi Sembiring mengatakan, pihaknya mengusulkan produk UKM unggulan untuk dipamerkan di Paviliun Indonesia selama acara IMF-WB 2018. "Kami mengusulkan empat UKM unggulan, dua yang terkurasi adalah Tenun Nogo Bali dan Batik Sharma Solo. Satu UKM, UC Silver, mengundurkan diri," kata Meliadi di Nusa Dua, Bali, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 10 Oktober 2018.

Tenun Nogo Bali dan Batik Sharma Solo sebelumnya menjalani proses kurasi yang dilakukan oleh Sarinah dan lolos karena dianggap memenuhi standar internasional yang ditetapkan.

Nogo Bali selama ini dikenal sebagai UKM yang memproduksi tenun ikat yang dibuat langsung dengan tangan dan pewarnaan alam. "Batik Sharma Solo dikenal sebagai produsen batik yang unik juga dengan pewarnaan alam dan desain yang amat diminati pasar," katanya.

Paviliun Indonesia di Nusa Dua memberikan gambaran tentang ke-Indonesiaan kepada delegasi dan tamu undangan. "Khususnya tentang bagaimana UKM sebagai bagian dari penggerak ekonomi dan industri di Indonesia," kata Meliadi.

Selain UKM binaan dari Kemenkop UKM, UKM binaan dari tiga kementerian/lembaga lainnya juga turut meramaikan paviliun Indonesia, yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Badan Ekonomi Kreatif.

Tidak ketinggalan, UKM binaan BUMN di Indonesia turut meramaikan paviliun Indonesia, sehingga jumlah keseluruhan ada 64 kabupaten/kota di Indonesia dan berbagai kementerian dengan total 150 UMKM tampil di dalamnya.

Kehadiran Paviliun Indonesia juga didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Kementerian Kominfo, serta Kementerian Keuangan. Paviliun Indonesia menampilkan berbagai hal tentang Indonesia dari segi pembangunan, bisnis, proyek-proyek strategis nasional, wisata, hingga kekayaan seni budaya serta kerajinan tangan khas Indonesia.

Di samping itu juga berbagai faktor pendukung investasi yang dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, juga ditampilkan dalam showcase hall seluas lebih dari 2.000 meter tersebut. Area Paviliun Indonesia terbagi dari beberapa ruangan tematik, seperti BUMN Hall, Area Workshop, Area Pameran, VIP Lounge, Investment Lounge, dan Stage Pavilion atau coffee shop. 

"Melihat Paviliun Indonesia ini membanggakan bagi UKM kita, karena mereka bisa tampil di event internasional, sehingga kami berharap ini bisa meningkatkan kepercayaan diri UKM untuk bisa memperluas jejaring usaha mereka di tingkat internasional," ucap Meliadi.


(ROS)

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA