Program GP3K Tingkatkan Produksi Pangan di Metro Utara, Lampung

M Studio    •    Rabu, 07 Sep 2016 06:01 WIB
pupuk indonesia
Program GP3K Tingkatkan Produksi Pangan di Metro Utara, Lampung
PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, menggelar Panen Raya GP3K di Metro Utara, Lampung (Foto:Dok.Pupuk Indonesia)

Metrotvnews.com, Lampung: Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, menggelar acara Panen Raya Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) di Desa karang Rejo, Metro Utara Lampung, selasa (6/9/2016).

Panen raya dihadiri oleh Wali Kota Metro H Achmad Pairin, Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Koeshartono, Direktur Utama PT Pusri Palembang Mulyono Prawiro, Direktur Komersil M Romli HM, Dinas Pertanian Metro, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Lampung A Arivin Rivaie, kepolisian, serta Komando Distrik Militer Kota Metro Provinsi Lampung.

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Koeshartono mengatakan, program GP3K di Metro lampung Raya yang dirintis sejak 2011 bertujuan untuk menyosialisasikan hasil dari penggunaan pemupukan berimbang kepada petani.
           
“Terbukti dengan program GP3K telah meningkatkan produktivitas hasil pertanian dari yang rata-rata sebelumnya 5,8 ton per hektare (ha) meningkat menjadi 6,6 ton per hektare,” ujar Koeshartono.

Luas sentra persawahan yang dijadikan area Panen Raya jenis padi Ciherang ini 105,5 ha dari total luas lahan Kota Metro sebesar 2.018 ha.

Saat ini, sudah ada 12 Desa di Kota Metro yang bergabung dalam GP3K dengan jumlah peserta sebanyak 289 petani. Program ini terbukti membantu petani dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian dari rata-rata sebelumnya 5,8 ton/ha menjadi 6,6 ton/ha. Desa yang belum tergabung akan menjadi target binaan PT Pupuk Sriwidjaja selanjutnya.

“Kami berharap, dengan adanya peningkatan hasil panen dalam program ini akan memicu kelompok tani lainnya tertarik untuk menjadi peserta GP3K,” kata Koeshartono.

Secara nasional, Pupuk Indonesia telah mengelola 1.380.000 ha lahan untuk program GP3K yang dijalankan oleh tiap anak perusahaannya. Sebanyak 77 persen dari luas lahan tersebut telah ditanami, dan 64 persen telah dipanen.

Hasil GP3K Pupuk Indonesia secara nasional menunjukkan adanya peningkatan hasil panen sebesar rata-rata 0,8 ton per ha, yakni dari 5,8 menjadi 6,6 ton per ha.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran produk ritel PT Pupuk Sriwidjaja, yaitu Urea Ritel, NPK Pusri serta Pupuk Hayati Bioripah.

Menurut Dirut Pusri, Mulyono Prawiro, produk ini ditujukan bagi para petani hortikultura  dan juga para pehobi, denan harga komersil atau non-subsidi.

“Produk ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang mungkin tidak memerlukan pupuk dalam jumlah terlalu besar bagi tanaman mereka,” kata Mulyono.


(ROS)