OJK Tetapkan 5 Arah Strategis Pengawasan IKNB di 2018

Angga Bratadharma    •    Kamis, 16 Nov 2017 11:21 WIB
ojkperbankanpasar modaljasa keuanganindustri keuangan non bank (iknb)
OJK Tetapkan 5 Arah Strategis Pengawasan IKNB di 2018
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi (Foto: MTVN/Angga Bratadharma)

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan arah strategis pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2018 yang diyakini sangat relevan dengan industri asuransi. Adapun OJK berharap industri asuransi bisa terus tumbuh sejalan dengan keyakinan pendapatan premi asuransi dan reasuransi akan mencapai Rp258 triliun sampai dengan 31 Desember 2017.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi mengungkapkan arah strategis pertama yakni integrasi proses bisnis pengawasan akan dikupas sedikit lebih detail terutama dari aspek pengawasan IKNB berbasis teknologi informasi dan pengawasan bersama antara pengawas bank dan pengawas IKNB.

Overview pengawasan IKNB berbasis IT yang pertama, lanjutnya, akan mencakup penggunaan sistem aplikasi pengawasan terintegrasi dengan data center pelaporan XBRL (Xtended Bussiness Reporting Language) dari IKNB baik terkait aspek perizinan, pelaporan keuangan dan operasional.

"Selanjutnya yang kedua terkait data kualitatif dan kuantitatif mencakup analisis risiko dan perhitungan rasio kesehatan keuangan IKNB secara realtime dan akurat melalui sistem aplikasi pengawasan," kata Risiwinandi, dalam Insurance Outlook 2018, di Le Meridien Hotel, Jakarta, Kamis, 16 November 2017.

Analisis risiko dan perhitungan rasio kesehatan keuangan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko error dalam perhitungannya, serta sistem aplikasi pengawasan diharapkan dapat mengelompokan IKNB secara realtime berdasarkan tingkat risiko dan kesehatan keuangannya.



"Selanjutnya yang ketiga adalah sistem pelaporan online dan terintegrasi dengan sistem aplikasi pengawasan yang dapat memberikan peringatan dini/early warning systems bagi pengawas dan menghasilkan pelaporan berkala kepada pengawas termasuk data perbandingan kesehatan keuangan individual dan tren rasio kesehatan keuangan secara realtime," tuturnya.

Arah strategis kedua menumbuhkembangkan ekonomi dan keuangan syariah adalah meningkatkan ketersediaan dan keragaman produk keuangan/asuransi syariah, meningkatkan kapasitas SDM di asuransi syariah, serta perluasan akses masyarakat terhadap produk asuransi syariah.

Arah strategis ketiga pendalaman pasar keuangan dalam rangka perluasan akses keuangan adalah peningkatan jenis dan jumlah produk asuransi yang mampu mencapai dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Adapun beberapa program/produk asuransi yang telah berjalan antara lain asuransi mikro, asuransi usaha tani padi, asuransi nelayan, dan asuransi usaha ternak sapi.

"Serta baru-baru ini OJK telah memberikan persetujuan polis standar asuransi budidaya udang," tukasnya.



Arah strategis keempat terkait penguatan pengawasan konglomerasi keuangan yang dikoordinasikan secara internal oleh pengawas terintegrasi dibantu masing-masing pengawas bank, pengawas pasar modal dan pengawas nonbank.

Arah strategis kelima adalah pengembangan financial technology yang menurut hemat OJK telah memperbesar akses dan kemudahan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan. Perkembangan fintech juga OJK lihat sangat pesat yang juga merambah industri asuransi.

"Di mana kami melihat potensi masyarakat yang terhubung internet sudah sangat luas dan hal tersebut menjadi harapan bagi industri asuransi untuk mengembangkan jalur distribusi pemasaran melalui layanan keuangan digital," tegasnya.

OJK juga akan mendukung dan di 2018 akan mengkaji diperlukannya regulasi dan perubahan arah pengawasan mengikuti perkembangan fintech. "Yang menurut hemat kami tidak hanya dari aspek distribusi pemasaran, mungkin juga akan meluas ke aspek akseptasi/underwriting serta mekanisme klaim," pungkasnya.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

2 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA