KJRI Promosikan Produk Pariwisata Indonesia di Filipina

   •    Minggu, 11 Mar 2018 16:00 WIB
pariwisata
KJRI Promosikan Produk Pariwisata Indonesia di Filipina
Illustrasi (ANT/Vitalis Yogi Trisna).

Jakarta: Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City mempromosikan pariwisata dan produk Indonesia dari kopi hingga traktor pada Festival Seni dan Budaya di Tagum City, Filipina. Festival yang dikunjungi oleh lebih dari 2.000 orang itu diadakan pada puncak perayaan Ulang Tahun Kota Tagum.

Tagum City, Davao Del Norte yang terletak 1 kilometer timur laut Davao City. Para pengunjung festival berasal dari berbagai kalangan tidak hanya penduduk Tagum, tetapi juga dari kota sekitar dan provinsi lain, termasuk Manila.

Ada tujuh negara yang berpartisipasi dalam festival internasional tersebut, yaitu Afrika Selatan, Indonesia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, dan Tiongkok. Namun, hanya dua negara yang membuka pavilion, yaitu Indonesia dan Malaysia.

"Ini kali pertama KJRI Davao City melakukan pameran dagang, investasi, dan pariwisata di Tagum, sebagai kota agroindustri terbesar Filipina Selatan," ujar Konsul Jenderal RI di Davao City Berlian Napitupulu dikutip dari Antara, Minggu, 11 Maret 2018.

Paviliun Indonesia berlokasi tepat di depan pintu masuk gedung yang menampilkan deretan produk makanan dan minuman, salah satu diantaranya adalah produk kopi unggulan Indonesia yang belum memiliki agen atau distrbutor di Filipina, seperti kopi Indocafe, Kapal Api, dan Luwak White Coffee.

"Kopi Indonesia ternyata sangat digemari para pengunjung bahkan beberapa diantaranya sampai dua kali antri untuk dapat mencicipi nikmatnya rasa dan aroma kopi Indonesia. Rasa yang nikmat, aroma yang harum, harga yang terjangkau dan kemasan yang menarik merupakan keunggulan dan daya tarik produk kopi Indonesia," tutur Konjen Berlian.

"Dengan mengikuti pameran ini, kami mendapat informasi penting bahwa terdapat peluang bagi produk kopi Indonesia yang belum masuk ke Mindanao untuk penetrasi dan ekspansi ke pasar setempat. Soalnya penduduk setempat juga adalah penggemar kopi," lanjut dia.

Selanjutnya, KJRI memamerkan produk manufaktur Indonesia, tidak hanya melalui poster dan flyer, tetapi juga dengan membawa langsung satu unit traktor tangan.

Traktor tersebut menarik banyak perhatian para pengunjung yang umumnya adalah pemilik lahan perkebunan dan pelaku usaha agroindsutri di Kota Tagum dan sekitarnya, yang merupakan basis sejumlah perkebunan besar penghasil dan pengekspor pisang di Filipina.

Di samping mempromosikan produk Indonesia, Konjen dan Staf KJRI Davao City juga turun langsung untuk mempromosikan 10 objek wisata utama Indonesia, yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Raja Ampat. Sebagian besar pengunjung terutama kalangan pebisnis tertarik untuk berwisata ke Bali, Borobudur, dan Wakatobi.



(SAW)