Permudah Pelaku Usaha, Kementan Perkenalkan Aplikasi SIMREK PKH

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 08 Mar 2018 16:16 WIB
berita kementan
Permudah Pelaku Usaha, Kementan Perkenalkan Aplikasi SIMREK PKH
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menghadiri Sosialisasi Sistem Layanan Rekomendasi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kamis, 8 Maret 2018 (Foto:Dok)

Jakarta: Kabar gembira bagi para pelaku usaha. Mulai saat ini, pengguna jasa perizinan dapat menggunakan aplikasi pelayanan perizinan sistem online paperless pada Sistem Informasi Rekomendasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (SIMREK PKH) Kementan. 

Sebelumnya, pengguna jasa dalam memproses permohonan rekomendasi Surat Persetujuan/Sertifikasi/Rekomendasi harus mengambil langsung di loket layanan. Mulai 1 Maret 2018, surat dapat dicetak langsung (paperless) oleh pelaku usaha melalui aplikasi SIMREK PKH.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita pada acara Sosialisasi Sistem Layanan Rekomendasi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kamis, 8 Maret 2018. 

Di hadapan 440 perserta yang hadir dari perwakilan pelaku usaha pemohon jasa layanan rekomendasi di bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ketut mengatakan bahwa transformasi pelayanan dilakukan oleh Kementan dalam menjawab kebutuhan publik yang serba cepat di era digital.
 
"Penerapan sistem pelayanan perizinan dalam era digital sebagai bentuk implementasi Peraturan Menteri Pertanian No.41/ Permentan/TU.120/11/2017 tentang Pelayanan Perizinan Pertanian secara Elektronik. Kementan ingin memberikan pelayanan publik secara cepat, tepat, akurat, akuntabel dan aman,” ujar Ketut dalam keterangan tertulis.

Sejak 2017, dari 16 jenis layanan di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan seluruhnya diproses secara online melalui sistem yang dibangun di aplikasi SIMREK PKH, yang dapat Anda lihat di laman http://simrek.ditjenpkh.pertanian.go.id/

"Kami mengapresiasi Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) bersama Tim Ditjen PKH yang terus berupaya meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan, sehingga penerapan sistem layanan Rekomendasi online dapat  lebih lancar dengan hasil yang optimal,” katanya.

“Penguna jasa dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk Ditjen PKH agar dapat memberikan pelayanan prima yang optimal,” kata Ketut menambahkan.

Selain itu Ketut juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha yang telah berupaya memajukan usahanya. “Jadi kita harapkan jangan banyak yang impor saja permohonan perizinannya, tetapi ekspor yang harus kita tingkatkan,” ucap dia.

Ketut menekankan, dari ekspor inilah yang sesungguhnya dapat memberikan masukan/devisa bagi negara Republik Indonesia. Menurutnya, ekspor adalah salah satu cara pemerintah untuk meningkatkan devisa negara. Selain itu juga agar bangsa kita banyak dihormati oleh negara lain.

“Pemerintah akan sepenuhnya mendorong dan berupaya memberikan prioritas kepada pelaku usaha di bidang ekspor untuk kemudahan dan kecepatan proses permohonan rekomendasinya,” kata Ketut.


(ROS)