SMF Masih Berencana Terbitkan Obligasi Tahun Ini

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 09 Mar 2018 20:47 WIB
sarana multigriya finansial
SMF Masih Berencana Terbitkan Obligasi Tahun Ini
Ilustrasi. (Foto: Antara/Andika Wahyu).

Jakarta: PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF masih berencana menerbitkan obligasi lagi pada tahun ini. Rencana penerbitan obligasi tersebut sesuai dengan rencana perseroan untuk memenuhi kebutuhan dana yang ditargetkan mencapai Rp6 triliun pada tahun 2018.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo mengatakan pihaknya telah menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun. Dalam waktu dekat, SMF berencana menerbitkan surat utang lagi untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.

"Kemarin sudah menerbitkan (obligasi) Rp2 triliun, pasti tahun ini ada lagi karena targetnya kan Rp6 triliun, cuma kapannya kita akan lihat. Mungkin sebentar lagi, dan mungkin dalam semester ini ada lagi," kata dia di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

Lebih lanjut, dirinya masih enggan membocorkan berapa nilai obligasi yang diterbitkan sebelum Juni. Namun melihat kondisi pasar modal yang tengah menurun, SMF tentu akan mencermati rencana tersebut.

"Waktu kita kemarin itu bagus ya, over subscriber, cuma sekarang kan pasar lagi bergerak jadi saya belum punya gambaran detailnya seperti apa, dan bergerakanya akan seperti bagaimana," jelas dia.

Selain itu, rencana penerbitan obligasi juga tergantung kondisi keuangan perseroan. Menurut dia, yang pasti penerbitan obligasi tidak akan langsung sesuai dengan sisa dari rencana yang ditetapkan senilai Rp6 triliun.

"Kemungkinan enggak akan semuanya sekaligus, kita lihat cash flow-nya. Kalau cash flow-nya belum perlu kan sayang juga. Jadi untuk detail nilainya tergantung market karena biasanya timing kan, jadi kita lihat dulu, evaluasi dulu," pungkasnya.

Selama 2017, SMF telah menerbitkan surat utang sebesar Rp4,17 triliun melalui penerbitan obligasi PUB III tahap VII sebesar Rp1,677 triliun, Sukuk Mudharabah Rp500 miliar, PUB IV tahap I Rp1 triliun dan PUB lV tahap ll Rp1 triliun.


(AHL)