Ciptakan Efisiensi, OJK Dorong Digitalisasi Kearsipan Nasional

Desi Angriani    •    Selasa, 05 Dec 2017 12:29 WIB
ojkekonomi digital
Ciptakan Efisiensi, OJK Dorong Digitalisasi Kearsipan Nasional
Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo. (MTVN/Desi Angriani)

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pengelolaan arsip secara digital untuk menciptakan efesiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Pasalnya selama ini pengelolaan arsip nasional masih dilakukan secara manual atau menggunakan model konvensional.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan  digitalisasi kearsipan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi mengenai arsip-arsip langsung melalui jaringan (online).

"Ini merupakan salah satu upaya bentuk untuk mendeteksi atau mencegah terjadinya korupsi dengan pengarsipan yang baik maka semua dapat tertata dengan baik, semua akhirnya dilakukan kerja itu penting untuk jasa keuangan," katanya dalam acara pencanangan gerakan nasional sadar tertib arsio dan seminar nasional kearsipan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta,  Selasa, 5 Desember 2017.

Menurutnya tingkat kepatuhan perusahaan untuk melakukan arsip digital masih kecil lantaran belum ada ketentuan yang mewajibkan penggunaan arsip digital. Hingga kini baru ada aturan mengenai tata kelola kearsipan secara konvensional.

"Baru mulai jadi beberapa perusahaan sedang mengarah ke digital jadi kita memang belum mengeluarkan suatu ketentuan yang mewajibkan tapi dengan adanya program gerakan nasional sadar tertib arsip kemudian menjadi bagian komitemen OJK menata arsip," tutur dia.

Namun OJK sudah memberlakukan arsip digital dalam melakukan pengawasan di sektor keuangan.  Jika masih menggunakan metode konvensional maka OJK membutuhkan banyak gedung untuk menyimpan puluhan juta laporan hasil pemeriksaan keuangan.

"Kalau dibutuhkan gedung kan luas, tanah mahal, kalau dengan menggunakan digital kan lebih murah. Kalau nilainya masing-masing beda sesuai dengan cakupan dari perusahaannya," imbuh dia.

Untuk menjaga keamanan arsip secara digital, OJK mengusulkan adanya kerja sama antara Lembaga Kearsipan Nasional dengan Lembaga Sandi Negara. Sebab kearsipan digital rentan dengan serangan cyber berupa penyusupan dan pemalsuan data.

"Kalau dulu pengamann fisik ditaruh di gudang, gembok yang kencang terus satpam keliling 24 jam pengamanannya, tapi dengan digital keretanan ini dapat disusupi dari berbagai macam kejahatan dan kerja sama dengan kelembagaan dan instansi yang berwenang dibutuhkan," tutupnya.


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA