Sektor Ritel Lesu, Ramayana Terus Buka Toko

Media Indonesia    •    Minggu, 03 Dec 2017 16:54 WIB
ramayana
Sektor Ritel Lesu, Ramayana Terus Buka Toko
Salah satu gerai Ramayana. MI/Awwaludin.

Jakarta: Di tengah kelesuan ritel, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk membuka gerai keempatnya pada tahun ini. Setelah di Harapan Indah, Pondok Aren, dan Cikupa, perusahaan berkode emiten RALS tersebut membuka toko keempat di City Plaza Jatinegara.

Sekretaris Perusahaan RALS Setyadi Surya mengatakan pihaknya harus tetap berekspansi untuk menjaga kepercayaan investor dan pemegang saham.

Menurutnya, pembukaan gerai-gerai baru sudah menjadi rencana kerja perusahaan yang dibuat dari awal tahun. Dengan pembukaan tersebut, jumlah gerai Ramayana di Indonesia saat ini mencapai 115 unit.

Ia menyebut pembangunan gerai-gerai tersebut dari anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini. Adapun nilai capex pada 2017 mencapai Rp300 miliar.

"Kami harus realisasikan ini sebagai janji ekspansi pada 2017. Ramayana mendesak PT Jakarta Intiland untuk membangunnya di sini (City Plaza Jatinegara). Ini lahan milik Jakarta Intiland," papar Setyadi usai peresmian City Plaza Jatinegara, Jakarta, dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 3 Desember 2017.

Dia mengakui kondisi ekonomi saat ini memberatkan para peritel. Pola berbelanja masyarakat yang berganti dari membeli barang ke kesenangan (leisure), biaya sewa pusat perbelanjaan yang naik 5 persen, dan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 8,7 persen dinilai menjadi tantangan berat bagi sektor ritel.

Akibat dari faktor-faktor tersebut, tingkat penjualan di gerai yang sama (same-store sales growth/SSG) RALS turun 0,9 persen selama Januari-November 2017 dari periode yang sama tahun lalu. Beberapa gerai supermarket yang dimiliki Ramayana pun terpaksa ditutup karena tidak mampu berkompetisi dan digantikan oleh gerai pakaian (fashion).

Namun, Setyadi mengatakan pihaknya berusaha untuk tidak menutup gerai fashion guna mempertahankan jumlah tenaga kerja. Menurutnya, hanya satu gerai Ramayana fashion yang tutup, yakni di kawasan Blok M Jakarta karena lahan tersebut akan digunakan untuk kepentingan Pemprov DKI Jakarta.

"Kita tidak ada tutup toko. Kita usahakan terus karena tutup toko bukan jalan keluar yang bagus. Akan ada banyak karyawan yang diberhentikan kalau kita sampai tutup toko," tukasnya.

Oleh karena itu, Setyadi menilai pihaknya berusaha berinovasi dengan masuk ke pusat perbelanjaan (mall) dan ranah e-commerce. Pada November lalu, Ramayana menggandeng Lazada dan Tokopedia guna 'menyelamatkan' diri.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA