Wapres Minta Ide Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Dijalankan

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 09 Nov 2017 17:40 WIB
bank indonesiaekonomi syariahpasar syariah
Wapres Minta Ide Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Dijalankan
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjadi pembicara ISEF 2017. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Surabaya: Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla berharap jika pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak sekadar hanya dalam buku hasil penelitian semata. Namun yang terpenting daripada itu semua adalah bagaimana mengimplementasikan setiap ide-ide yang muncul dari hasil diskusi mengenai tema tersebut.

Hal ini disampaikan oleh JK saat meresmikan pembukaan Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2017. Acara yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) ini mengusung tema Fostering Inclusive Economic Growth and Improving Resiliency through Closer Collaboration and Coordination.

"Adanya acara ini menggembirakan dengan harapan memberi contoh, mempelajari, dan melaksanakannya. Tapi yang paling penting adalah tekad untuk mulai berdagangan, tekad berindustri dengan syariah tadi," kata dia di Grand City Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Kamis 9 November 2017.

Dirinya juga berharap jika pengembangan ekonomi dan keuangan syariah bisa membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terlebih lagi mayoritas umat muslim di Indonesia masuk kategori miskin.

"Karena itu bagaimana pentingnya kita berusaha, pentingnya kita mulai. Karena tanpa apapun, yang kita bicarakan, apapun yang kita jalankan tidak punya manfaat yang besar selain kita mulai," jelas dia.

ISEF merupakan salah satu event ekonomi dan keuangan syariah terbesar dan terdepan di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil. Sebelum pelaksanaan ISEF, BI menggelar rangkaian Sharia Economic Forum dan Sharia Fair.

Dalam gelaran ISEF 2017 ini dihadiri oleh 80 pimpinan dari perwakilan Pondok Pesantren besar seluruh pelosok Indonesia dan para penggiat syariah mulai pelaku usaha, pengamat, akademisi dari seluruh Indonesia yang akan temu bisnis dan diskusi, sekaligus menampilkan display produk unggulannya.

Wapres didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.

 


(AHL)