BI Sarankan 'Penumpang' untuk Bank Syariah Diperbanyak

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 08 Nov 2017 19:54 WIB
perbankan syariah
BI Sarankan 'Penumpang' untuk Bank Syariah Diperbanyak
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo (MTVN/Eko Nordiansyah).

Metrotvnews.com, Surabaya: Bank Indonesia (BI) menyebut jika pangsa pasar (market share) perbankan syariah baru mencapai 5,3 persen. Padahal jika mampu dioptimalkan secara maksimal maka market share dari perbankan syariah bisa mencapai 10 persen terhadap seluruh aset industri perbankan nasional.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengibaratkan jika bank syariah merupakan sebuah bus. Untuk meningkatkan penggunaan bus tersebut maka penumpang, dalam hal ini adalah pengguna, harus juga diperbanyak sehingga bisa saling mendorong.

"Jadi tidak boleh hanya fokus memperbanyak bus-busnya saja, tapi penumpang-penumpangnya juga harus diperbanyak dengan didorong seperti itu, pangsa pasar perbankan syariah dari 5-10 persen," ujarnya di Grand City Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 8 November 2017.

Dirinya menambahkan, untuk memperbesar pangsa perbankan syariah Indonesia, ada berbagai upaya yang harus dilakukan baik dari industrinya, regulator maupun pemerintah. Salah satunya dengan memberikan edukasi dan sosialiasi terkait dengan perbankan syariah.

"Memperbesar modal bank syariah memang penting, tapi memperluas berbagai kegiatan keuangan syariah dan segala macamnya itu juga sangat penting. Jadi jangan hanya fokus pada memperbesar modal bank syariahnya saja," jelas dia.

Perry meyakini jika Indonesia bisa menjadi pemimpin dan pusat keuangan syariah global, didukung dengan populasi penduduk Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam. Melihat potensi tersebut, tentu di sisi lain, perbankan syariah juga harus berinovasi dalam produknya sehingga meningkatkan minat masyarakat.

"Kita harus bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan produk perbankan pada masyarakat. Ada elemen-elemen sektornya maupun pelaku bisnisnya yang dilihat dari negara lain, kita memang perlu fokus pada sektor kompetitif dibanding negara lain," pungkasnya.


(SAW)