Nilai Ekspor Bali Meningkat 5,72%

   •    Rabu, 06 Dec 2017 09:45 WIB
eksporbpsekonomi daerah
Nilai Ekspor Bali Meningkat 5,72%
Gedung BPS (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Denpasar: Bali meraup devisa sebesar USD443,44 juta hasil pengapalan berbagai jenis matadagangan ke pasaran luar negeri selama sepuluh bulan periode Januari-Oktober 2017. Adapun angka itu meningkat USD23,99 juta atau 5,72 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya tercatat USD419,44 juta.

"Khusus Oktober 2017 nilai ekspor itu mencapai USD47,69 juta meningkat USD2,72 juta atau 6,05 persen dibanding bulan sebelumnya (September 2017) yang tercatat USD44,97 juta," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Nyoman Subadri, di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 6 Desember 2017.

Ia mengatakan, devisa tersebut sekitar 77 persen diperoleh dari pengapalan hasil usaha industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang menjadi tulang punggung perolehan ekspor nonmigas. Lima jenis komoditas utama yang menembus pasaran luar negeri itu meliputi ikan dan udang 27,50 persen, dan produk pakaian jadi bukan rajutan 12,99 persen.

"Kemudian produk perhiasan (permata) 12,68 persen, produk kayu, barang dari kayu 9,25 persen, serta produk perabot dan penerangan rumah 7,65 persen," tuturnya.

I Gede Nyoman Subadri menambahkan, berbagai jenis produk yang dikapalkan ke luar negeri itu paling banyak menembus pasaran Amerika Serikat sebesar  27,11 persen, menyusul Australia 9,78 persen, Tiongkok 9,20 persen, Singapura 7,11 persen, dan Jepang 6,78 persen.

"Meningkatnya nilai ekspor Bali yang signifikan itu dipengaruhi oleh bertambahnya nilai ekspor tujuan vietnam sebesar USD1,20 juta atau naik sebesar 3.195,35 persen," ujarnya.

Pasaran Amerika Serikat paling banyak menyerap komoditas pakaian jadi bukan rajutan, perhiasan (permata), aneka jenis cenderamata dari kayu, daging dan ikan olahan, benda-benda dari batu dan kapas.

"Sedangkan Tiongkok paling banyak menyerap komoditas ikan dan udang, Australia berupa perabot penerangan rumah serta Singapura  menyerap barang-barang rajutan dan barang-barang dari kulit," pungkasnya.


(ABD)