Akibat Status Gunung Agung Pariwisata Bali Rugi Rp9 Triliun

Annisa ayu artanti    •    Senin, 08 Jan 2018 20:54 WIB
erupsi gunung agung
Akibat Status Gunung Agung Pariwisata Bali Rugi Rp9 Triliun
Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. ANT/Rosa Panggabean.

Jakarta: Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut akibat pengumuman status 'Awas' Gunung Agung, Karangasem, Bali kemarin, tercatat kerugian sektor pariwisata mencapai Rp9 triliun.

"Mengenai pariwisata, kerugian kemarin akibat Gunung Agung selama 40 hari efektif, kita awasi Rp9 triliun hanya di Bali," kata Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin, 8 Januari 2018.

Luhut menyebutkan perhitungan kerugian pariwisata tersebut dihitung dari jumlah turis yang berkunjung dan jumlah uang yang dihabiskan selama turis di Bali.

"Kan setiap hari 15 ribu turis datang, jadi kali USD105 atau berapa," ucap dia.

Selain Bali, Luhut melanjutkan, status 'Awas' Gunung Agung tersebut juga berdampak pada sektor pariwisata secara nasional. Tidak sedikit jumlah kerugian yang tercatat oleh pemerintah. Luhut mengatakan sampai Rp19 triliun.

"Bali, Bali memang dampaknya luar biasa, dan Rp9 triliun hanya Bali. Overall Indonesia akibatnya Rp19 triliun," sebut dia.

Jumlah tersebut, dikatakan Luhut sebagai akumulasi wisatawan mancanegara keseluruhan. Status Gunung Agung membuat banyak negara memberi peringatan ke Indonesia (traveling warning). Akibatnya, jumlah turis merosot.

"Macam-macam, seperti Tiongkok, begitu travelling warning diberikan Tiongkok tidak ada satu pun turis Tiongkok datang ke kita selama 40 hari. Dan itu dampaknya besar, dan belum turis-turis lain," beber dia.

Untuk itu, Luhut menambahkan, perbaikan situasi ini harus dilakukan secepatnya agar kondisi kembali seperti semula.

"Jadi sekarang recovery harus cepat," pungkas dia.

 


(SAW)