Kemenperin Dorong Investasi Bahan Baku Produksi Kimia

M Sholahadhin Azhar    •    Minggu, 19 Nov 2017 02:00 WIB
perindustrian
Kemenperin Dorong Investasi Bahan Baku Produksi Kimia
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan CEO SCG Group Roongote Rangsiyopash dalam rangkaian kunjungan ke Bangkok, 17 November 2017 (Foto: Istimewa)

Jakarta: Kementerian Perindustrian mendorong investor berinvestasi komponen produksi kimia, naphta cracker di Tanah Air. Sampai saat ini, Indonesia masih mengimpor naphtha cracker sebagai komponen produksi kimia.  

Salah satu perusahaan yang tertarik berinvestasi naptha cracker yakni Siam Cement Group (SCG) dari Thailand. Perusahaan tersebut berencana membangun fasilitas produksi naphtha cracker senilai USD600 juta di Cilegon, Banten. Diharapkan, pabrik ini akan memenuhi kebutuhan bahan baku di dalam negeri sehingga dapat mengurangi impor.

"Kami berharap investasi ini bisa segera terwujud, mengingat pentingnya bagi penguatan industria kimia di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulis, Sabtu, 17 November 2017.

Menperin menegaskan, pemerintah siap memfasilitasi upaya percepatan para pelaku industri yang ingin berekspansi atau menanamkan modalnya di Tanah Air. Misalnya, investor akan mendapat kemudahan perizinan apabila membangun pabriknya di kawasan industri. 

“Kalau ingin cepat, sebaiknya investasi dilakukan di kawasan industri karena semua perizinan, rantai pasok, dan infrastruktur penunjang sudah disiapkan di sana,” tuturnya. 

Pemerintah berkomitmen terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, salah satunya melalui peneribitan sejumlah paket kebijakan ekonomi. Guna mendukung pembangunan industri petrokimia di Indonesia, Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi perusahaan memperoleh insentif fiskal seperti tax allowance atau tax holiday

Di samping itu, agar lebih berdaya saing, Kemenperin telah mengusulkan industri petrokimia perlu mendapatkan penurunan harga gas karena sebagai sektor pengguna gas terbesar dalam proses produksinya. 

Saat ini, Kemenperin memfokuskan industri petrokimia sebagai salah satu sektor yang diprioritaskan pembangunannya di dalam negeri karena berperan penting sebagai pemasok bahan baku bagi banyak manufaktur hilir seperti industri plastik, tekstil, cat, kosmetika hingga farmasi. 

Lebih lanjut, Airlangga memberikan apresiasi kepada SCG yang sudah berinvestasi di Indonesia selama lebih dari 20 tahun. Perusahaan ini telah menyerap tenaga kerja langsung ataupun tidak langsung lebih dari 8.000 orang.

Di Indonesia, SCG memiliki tiga lini bisnis, yaitu kimia, material bangunan semen (CBM), dan pengemasan. Pangsa pasar CBM sebesar 56 persen, kimia 42 persen, dan pengemasan dua persen. Total nilai investasi SCG di Indonesia sebesar USD1,4 miliar hingga akhir 2016 atau sekitar Rp18,9 triliun.


(DMR)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

2 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA