E-Cert Percepat Dokumen Ekspor, 5 Hari Jadi 1 Menit

M Studio    •    Rabu, 14 Feb 2018 17:16 WIB
berita kementan
E-Cert Percepat Dokumen Ekspor, 5 Hari Jadi 1 Menit
Pejabat Indonesia-Australia menandatangani implementing arrangement for the e-Cert.

Melbourne: Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Banun Harpini menandatangani implementing arrangement for the exchange of electronic certification (e-Cert) antara Indonesia dan Australia pada 14 Februari 2018 di Melbourne Australia.

“Pertukaran e-Cert Indonesia-Australia ini akan pangkas waktu proses pengiriman dokumen sertifikat. Sebelumnya perlu 5 hari bahkan 15 hari, kini bisa kurang dari satu menit,” kata Banun.

Dokumen sertifikat yang sampai ke petugas karantina di border selanjutnya dianalisa, sebelum komoditas pertanian ekspor sampai di masing-masing negara.

Banun bertindak selaku co-chair pertemuan bilateral ke-21 Working Group on Agriculture, Food and Forestry Cooperation (WGAFFC) antara Indonesia dan Australia.

Pertemuan tahunan kerja sama Indonesia dan Australia ini untuk membahas kerja sama seputar pertanian, pangan, dan kehutanan. Australia diwakili Louise Van Meurs dari Departement of Agriculture and Water Resources Australia.

Dengan ditandatanganinya e-Cert oleh Indonesia dan Australia, ke depan akses pasar komoditas pertanian dapat dipercepat melalui jaminan keaslian serta keakuratan sertifikat sanitari dan phitosanitari yang menyertai komoditas pertanian yang diperdagangkan oleh kedua belah pihak.

Selain itu juga, e-Cert dapat mempercapat proses di border clereance di pelabuhan sehingga komoditas pertanian yang mayoritas adalah komoditi mudah rusak (perishable goods) dapat segera dirilis.

Proses pertukaran e-Cert Indonesia dan Australia telah disetujui pada pertemuan ke-19 WGAFFC. Setelah melalui proses harmonisasi serta uji coba kedua sistem yang diterapkan oleh masing-masing negara, pada pertemuan WGAFFC 2018 atau ke-21, bisa dilakukan launching pertukaran e-Cert Indonesia dan Australia.

Banun memastikan, sejak hari ini, pengiriman komoditas pertanian baik dari Indonesia maupun Australia sudah dapat diidentifikasi sebelum komoditas tersebut masuk ke Indonesia maupun Australia.

Pertukaran saat ini khusus untuk e-Cert phitosanitari atau tumbuhan. Dalam waktu dekat Banun Harpini menyatakan pihaknya segera mengembangkan pertukaran e-Cert komoditas lainnya seperti hewan dan produk hewan.


(TRK)

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

7 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA