Gini Ratio Turun Tipis, Darmin: Harus Disyukuri

Desi Angriani    •    Senin, 17 Jul 2017 19:05 WIB
kesenjangan sosial
Gini Ratio Turun Tipis, Darmin: Harus Disyukuri
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. MI/PANCA SYURKANI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengomentari angka gini ratio atau indeks ketimpangan pengeluaran penduduk yang diluncurkan Badan Pusat Statistik (BPS). Angka gini ratio pada Maret 2017 sebesar 0,393 atau turun sebesar 0,001 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2016 sebesar 0,394.

"Nah itu bukan naik, memang perubahannya kecil tapi harus disyukuri," ujar Darmin usai menghadiri rapat di Baleg DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Menurut Darmin, penurunan angka gini ratio sebesar 0,001 persen ini dilatarbelakangi oleh faktor cuaca dan harga komoditas pangan. Musim hujan pada Februari hingga Maret mengakibatkan harga beras menjadi turun. Begitu juga dengan harga komoditas pangan yang terjaga selama periode tersebut.

"Harga komoditi pangan dengan cuaca dan sebagainya buat saya itu tak naik," ungkap dia.

Darmin menambahkan, menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan menekan angka kemiskinan sekaligus tidaklah mudah. Butuh waktu dan berbagai kebijakan dari pemerintah untuk menekan angka gini ratio.

"Enggak mudah tapi kalau turun meski sedikit harus kita syukuri," tandasnya.

BPS mencatat Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 0,407, turun dibanding Gini Ratio September 2016 yang sebesar 0,409 dan Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,410.

Sementara untuk daerah pedesaan, gini ratio Maret 2017 sebesar 0,320 naik 0,004 poin dibandingkan gini ratio September 2016 sebesar 0,316 serta turun 0,007 poin dibandingkan gini ratio Maret 2016 sebesar 0,327.

Untuk distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,12 persen. Artinya, pengeluaran penduduk masih berada pada ketegori tingkat ketimpangan rendah. Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,04 persen yang artinya berada pada kategori sedang.


(SAW)