Kembangkan KEK Mandalika, ITDC Teken Investasi Rp2 Triliun dari Lima Investor

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 17 May 2017 16:28 WIB
kawasan ekonomi khusus
Kembangkan KEK Mandalika, ITDC Teken Investasi Rp2 Triliun dari Lima Investor
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan)Antara/Widodo S. Jusuf.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengembangan Pariwisata lndonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (lTDC), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengembang dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika Lombok, menandatangani lima nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) untuk investasi di KEK Pariwisata Mandalika dengan nilai Rp2 triliun.

Kelima MOU tersebut mencakup tiga MOU untuk investasi pengembangan lahan, satu MOU untuk investasi pengembangan atraksi, dan satu MOU untuk investasi penyertaan modal. Penandatanganan MOU dilakukan oleh Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer dengan perwakilan para investor, dan disaksikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution.

"Ini adalah peristiwa yang penting, kita mencatat perkembangan kegiatan investaso baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun investor di berbagai KEK," kata Darmin dalam sambutannya di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu 17 Mei 2017.

Dari lima investor tersebut terdapat dua investor asing, yaitu Sky Wealth (M) Sdn. Bhd. dari Malaysia yang akan membangun hotel berbintang lima di area tepi pantai Tanjung Aan Mandalika, dan Jeju Olle Foundation dari Korea yang akan membangun Mereseq Trail, jalan setapak jarak jauh di Bukit Meresek, Mandalika.

Sedangkan tiga investor lainnya merupakan investor lokal yaitu PT Bangun Megatama Wisata dan PT Metro Lestari Utama yang akan membangun hotel berbintang lima dan PT Alam Hijau Permata yang akan berinvestasi pada penyertaan modal di Hotel Pullman yang sedang dibangun oleh lTDC.

Penandatanganan lima MOU ini menambah jumlah investor yang bekerja sama dengan IT DC dalam pemanfaatan lahan di Mandalika. Sekarang ini, selain pembangunan badan jalan dan penataan kawasan, sebanyak empat investor telah bekerja sama dengan lTDC dalam membangun akomodasi bintang empat dan lima yang akan menyediakan 1.500 kamar pada 2019, dan satu investor telah membangun fasilitas pengolahan air laut dengan teknologi Sea Water Reverse Osmosis atau SWRO.

lTDC sebelumnya juga telah menandatangani MOU dengan Vinci Construction, BUMN konstruksi dari Prancis, untuk pembangunan Mandalika Street Race Circuit Cluster seluas 120 hektare (ha), dilengkapi sirkuit balap kelas dunia, convention center, dan tujuh hotel senilai USD500 juta. Sehingga total investasi untuk pengembangan KEK Mandalika mencapai sekitar Rp7 triliun.

Dalam lima tahun ke depan KEK Pariwisata Mandalika secara bertahap akan menyediakan lapangan kerja baru bagi sekitar lima ribu pekerja. Industri kreatif masyarakat juga akan tumbuh pesat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan suplai bahan-bahan yang diperlukan untuk operasional propertic properti yang akan berdiri di lahan kawasan seluas 1.175 ha tersebut.



(SAW)