Program LKD dan Laku Pandai Terintegrasi di Akhir 2017

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 16 May 2017 19:42 WIB
ojk
Program LKD dan Laku Pandai Terintegrasi di Akhir 2017
ilustrasi OJK. Ant/Fanny.

Metrotvnews.com, Jakarta: Program ‎laku pandai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan layanan keuangan digital (LKD) dari Bank Indonesia (BI) akan terintegrasi di akhir tahun ini. Kolaborasi tersebut merupakan hasil kesepakatan antara BI dan OJK demi memudahkan masyarakat dan meningkatkan layanan inklusi keuangan.

‎"BI dan OJK duduk bersama, dalam proses integrasi sudah sepakat, bahwa kolaborasi untuk mengintegrasikan laku pandai dan LKD untuk masyarakat kita. Program masih berjalan, akhir tahun ini, mudah-mudahan bisa dikeluarkan," ujar Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK Eko Ariantoro‎, ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

Proses integrasi, menurut Eko, merupakan kesamaan dari infrastruktur yang sudah ada, baik laku pandai maupun LKD. Terkait namanya, belum bisa diinfokan ke ruang publik.

"Kita bisa punya nama, apa nama laku pandai digital, atau yanglain. Punya agen bank yang dipersepsikan sama masyarakat kita. Ini laku pandai atau agen bank," jelas Eko.

Adapun perubahan aturan terkait integrasi ‎tersebut, Eko menerangkan, keduanya sedang mengkaji dan meneliti. Apakah nanti menggunakan Peraturan Bank Indonesia (PBI) atau Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

"OJK dan BI sedang melihat‎, landasan pakai POJK, PBI, MoU, atau perjanjian kerjasama. Apakah surat itu yang perlu disiapkan. Komitmennya sama, laku pandai dan LKD itu satu juta. OJK juga sedang melihat perlu relaksasi atau tidak," papar Eko.

Dengan target satu juta agen, sambung dia, harapannya ada tambahan ‎agenda di tahun-tahun berikutnya. Tujuannya masih sama, untuk menyukseskan semua keinginan pemerintah, khususnya menyalurkan program bantuan sosial (bansos) nontunai.

"K‎husus bantuan non tunai, agennya yang sudah bekerja dua tahun, khusus bansos non tunai karena keinginan pemerintah kita ingin relaksasi itu. Tentunya cari terobosan laku pandai dan LKD ini agar banyak yang diakses dan masyarakat," pungkas Eko.



(SAW)