Pemeringkatan 5 Juta UMKM Demi Naik Kelas

   •    Kamis, 18 May 2017 09:56 WIB
umkmperum jamkrindo
Pemeringkatan 5 Juta UMKM Demi Naik Kelas
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) memberi layanan konsultasi manajemen, pendampingan, dan pemeringkatan kepada 5.432.708 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan mereka agar bisa berkembang dan naik kelas.

Pemeringkatan tersebut nantinya membantu akses keuangan UMKM sehingga mengurangi asymmetric information antara UMKM dan para lender (bank dan nonbank) dan pada akhirnya menekan biaya perolehan debitur (biaya akuisisi).

"Dengan berperingkat, UMKM memiliki kesempatan mengakses pembiayaan sehingga mendorong usaha mereka agar meningkat," kata Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S Anwar pada acara Tayang Publik Pemeringkatan UMKM, di Perum Jamkrindo, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Diding menyampaikan jumlah UMKM di Indonesia kini mencapai sekitar 57 juta UMKM, dengan data tersebar, serta jenis dan kualitas data beragam dan belum terintegrasi. Saat ini, Jamkrindo terus membangun database UMKM dengan kualitas data yang baik, update, dan terintegrasi guna mendukung pengembangan dan pembinaan UMKM secara nasional.




Kegiatan pembangunan database dan pemeringkatan UMKM itu dimulai Jamkrindo sejak akhir 2015 sesuai dengan amanat Pasal 52 UU Penjaminan No 1 Tahun 2016 tentang Penjaminan. Sejak 2015 hingga April 2017, sudah ada 260 UMKM mendapatkan peringkat Jamkrindo.

"Dengan memiliki peringkat atau hasil penilaian dari Jamkrindo baik aspek keuangan maupun nonkeuangan, UMKM harus siap membangun usahanya jadi lebih baik," tutup Diding.

Deputi bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Braman Setyo mengapresiasi langkah pemeringkatan UMKM itu. Harapannya, program seperti itu terus digarap dan dikawal baik.

"Ini program baik, yang tadinya berupa cost center bakal berubah menjadi revenue center. Namun, ini harus dikawal pemerintah serta masyarakat, dan kami tentunya akan selalu mengawal," pungkas Braman. (Media Indonesia)


(AHL)