Sukseskan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan Gandeng Bank Mandiri

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 04 May 2017 08:00 WIB
bpjs kesehatan
Sukseskan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan Gandeng Bank Mandiri
BPJS Kesehatan menandatangani nota kesepahaman dengan Bank Mandiri nota kesepahaman dalam hal pemanfaatan produk uang elektronik Mandiri e-Cash untuk kader JKN-KIS (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memperkokoh sinergi dengan Bank Mandiri melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam hal pemanfaatan produk uang elektronik Mandiri e-Cash untuk memfasilitasi Kader Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), dalam melakukan kolekting iuran JKN-KIS dari masyarakat.

Kader JKN-KIS adalah orang-orang yang menjadi mitra BPJS Kesehatan untuk menjalankan sejumlah fungsi BPJS Kesehatan, antara lain fungsi pemasaran dan pengumpul iuran. Keberadaan Kader JKN-KIS diharapkan akan mendorong minat masyarakat mendaftar menjadi peserta dan membayar iuran tepat waktu.

Melalui Kerja sama ini, masyarakat yang ingin mendaftar menjadi peserta tidak harus mengantre di kantor BPJS Kesehatan. Para calon peserta cukup mengunduh aplikasi Mandiri e-Cash untuk melakukan pendaftaran dan pembayaran.

Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan, pemanfaatan Mandiri e-Cash diharapkan dapat membantu Kader JKN-KIS untuk mengumpulkan iuran peserta. Prinsipnya, pembayaran iuran JKN-KIS kini menjadi lebih mudah dan dekat.

"Pendaftaran melalui mitra kerja kami diharapkan semakin memberikan kemudahan kepada calon peserta," ujar Andayani, usai penandatanganan nota kesepahaman di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Mei 2017.

 

Selain itu, Andayani berharap melalui kerja sama ini, kedisiplinan peserta JKN-KIS dalam membayar iuran akan meningkat, sehingga sustainibilitas program JKN-KIS dapat terjaga. Ia pun berharap, jumlah peserta JKN-KIS akan bertambah.

"Jumlah peserta JKN-KIS sebanyak 176,9 juta. Hingga akhir 2017, ditargetkan jumlah pesertanya 201 juta jiwa," ucap Andayani.

Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengatakan, tidak semua peserta BPJS Kesehatan memiliki rekening tabungan. Hal ini menjadi kendala dalam melakukan pembayaran iuran. Dengan adanya fasilitas e-Cash dari Bank Mandiri, para peserta tidak harus memiliki rekening tabungan, namun tetap dapat memenuhi kewajiban pembayaran iuran.

"Tidak semua peserta BPJS Kesehatan memiliki tabungan. Biasanya pembayaran bisa melalui channel ATM, SMS banking, dan mobile banking. Kini, dengan mengunduh Mandiri e-Cash via smartphone, Kader JKN-KIS bisa sebagai agen penerimaan juga," jelas Rico.


 
Pada kesempatan yang sama juga, BPJS Kesehatan juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan 20 mitra Bank Mandiri tentang pemasaran bersama dalam upaya perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan, serta penyedia layanan perbankan milik perbankan.

Mitra bank tersebut di antaranya Bank Permata, CIMB Niaga, OCBC NISP, Bank Nagari, Bank Jateng, Bank Jambi, Bank Lampung, Bank Maluku, Alfamart, Tokopedia, Superindo, K24, dan lain-lain.

Sejak Oktober 2015, BPJS Kesehatan telah memperluas channel pembayaran iuran peserta melalui sistem Payment Point Online Banking (PPOB). Hingga akhir Maret 2017, tercatat BPJS Kesehatan memiliki 422.700 channel pembayaran PPOB yang terdiri atas modern outlet, traditional outlet, maupun perbankan.

Adapun rata-rata transaksi pembayaran iuran BPJS Kesehatan per bulan mencapai 5,8 juta transaksi pembayaran. Sebanyak 30 persen dari PPOB dengan total iuran peserta JKN-KIS yang terkumpul lewat PPOB sebesar Rp3,190 triliun.

"Khusus Bank Mandiri, hingga akhir Maret 2017, frekuensi pembayaran iuran JKN-KIS melalui Bank Mandiri rata-rata mencapai 5.371 transaksi per bulan," kata Kartini.


(ROS)