Mentan Ingin Penyuluh Pertanian Bantu Genjot Produksi

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 12 Sep 2017 14:17 WIB
berita kementan
Mentan Ingin Penyuluh Pertanian Bantu Genjot Produksi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan arahan sekaligus melakukan pelepasan kepada 300 calon pegawai negeri sipil (CPNS) penyuluh pertanian lapangan (PPL). Ia berharap para penyuluh dapat membantu meningkatkan produksi.

"Kami harapkan ke seluruh PPL agar bekerja dengan baik seperti harapan bapak Presiden. Bapak Presiden sudah melaukan yang terbaik untuk PPL di Indonesia dengan mengangkat PPL yang ada," ujar Amran, di Hotel Kaisar, Jakarta Selatan, Selasa 12 September 2017.

Selain itu, Amran berharap agar para penyuluh tersebut terus produkit, membantu petani mengendalikan hama, dan melihat potensi sumber mata air mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau. "Yang jelas bagaimana melakukan yang terbaik bagi petani Indonesia," katanya.

Dikatakannya, saat ini terdapat 6.058 penyuluh tenaga harian lepas (THL) yang diangkat menjadi CPNS. Tadinya sekitar 7.600 penyuluh rencananya ingin diangkat menjadi CPNS.

"(Penyuluh) adalah pasukan terdepan Kementerian Pertanian, dia penentu produksi, dia menentukan bagaimana kondisi di lapangan, bagaimana pendampingan, dan mereka sudah berpengalaman," imbuhnya.

Pria asal Bone itu menambahkan pihaknya akan mengawasi kinerja para penyuluh tersebut melalui sistem online. Terlepas dari itu, ia yakin para penyuluh yang diangkat hari ini memiliki semangat baru dalam membantu meningkatkan produksi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan Pertanian dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono menyampaikan terdapat 300 penyuluh yang hadir dari 1.433 Kabupaten/Kota mewakili 6.058 penyuluh yang hadir pada acara tersebut.

Momon menjelaskan dari 6.058 penyuluh yang diangkat CPNS, sebanyak 5.844 atau 96,5 persennya sudah mendapat persetujuan. Sedangkan masih ada 214 penyuluh yang belum mendapat persetujuan karena masih dalam proses pemberkasan.

"Kita prinsipnya jangan sampai ada yang tertinggal. Tapi kalau karena masalah administrasi karena masalah aturan perundang-undangan ya apa boleh buat. Misalnya ada umumnya yang kelewat itu gak bisa kita bantu," jelas Momon.

Perwakilan dari setiap provinsi hadir pada acara tersebut. Namun dari Papua hanya diwakilkan satu PPL. Menurut Momon, hal ini disebabkan masih banyak penyuluh yang belum menyelesaikan proses pemberkasan.

"Ada dari 27 orang sampai saat ini belum mengumpulkan pemberkasan. 15 orang dari papua mungkin perlu pengawalan lebih lanjut, nanti kita akan bantu untuk segera menyelesaikan," tuturnya.

Jumlah penyuluh di seluruh Indonesia saat ini berjumlah 44.000 penyuluh yang terdiri 31.000 (PNS) dan 13.000 (THL). Namun Momon mengakui jumlah tersebut masih kurang mengingat terdapat 72 desa potensi pertanian.

"Nah kekurangan ini akan kita perjuangkan melalui menumbuhkembangkan penyuluh swadaya. Siapa penyuluh swadaya? Itu adalah petani yg berhasil dan mau menjadi penyuluh, nah kita akan tumbuh kembangkan karena sekarang itu, penyuluhan cukup berhasil kalau oleh dari untuk petani," ujarnya.


(ROS)