Sun Life Indonesia Luncurkan Sun Medical Platinum

Angga Bratadharma    •    Jumat, 11 Aug 2017 14:03 WIB
asuransi
Sun Life Indonesia Luncurkan Sun Medical Platinum
Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty (ANTARA FOTO/HO)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) meluncurkan produk Sun Medical Platinum untuk nasabah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga). Produk yang menyasar nasabah menengah atas ini merupakan produk asuransi kesehatan pertama yang menyediakan perlindungan komprehensif.

Adapun produk itu untuk mengatasi efek samping kemoterapi serta terapi okupasi dan terapi wicara untuk penderita stroke, serta perlindungan terhadap efek samping pengobatan kanker untuk pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan radioterapi.

Presiden Direktur Sun Life Elin Waty mengatakan asuransi kesehatan merupakan produk asuransi yang banyak diminati saat ini dan Sun Life melihat tingginya kebutuhan akan produk asuransi kesehatan premium. Sun Life berkomitmen untuk menyediakan perlindungan yang komprehensif sesuai kebutuhan nasabah kelas menengah atas CIMB Niaga.

"Sebagai mitra yang telah bekerja sama selama delapan tahun ini, CIMB Niaga merupakan salah satu mitra yang penting dan kuat untuk bisnis partnership distribution Sun Life," ungkap Elin, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Elin menambahkan produk asuransi ini akan dipasarkan di lebih dari 150 kantor cabang utama CIMB Niaga, serta melalui telemarketing dan dipaketkan dengan produk perbankan CIMB Niaga lainnya. Adapun nilai perlindungan mencapai hingga Rp7,5 miliar dan jangkauan hingga ke seluruh dunia.

"Melalui produk ini, CIMB Niaga dan Sun Life berkomitmen untuk terus bertumbuh dan memenuhi kebutuhan nasabah," ujar Elin.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) tentang kinerja industri hingga 2016 lalu menunjukkan pendapatan premi dari jalur distribusi kemitraan bank bertumbuh sebesar 74,1 persen (year on year/yoy). Kanal pemasaran yang merupakan kerja sama antara asuransi dengan perbankan ini berkontribusi 43,3 peresn dari total pendapatan premi industri asuransi jiwa.


(ABD)