BNI Masih Berhati-Hati Salurkan Kredit ke Sektor Pertambangan

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 15 Jun 2017 07:31 WIB
bni
BNI Masih Berhati-Hati Salurkan Kredit ke Sektor Pertambangan
Ilustrasi (ANTARAFOTO/Fanny Octavianus)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI masih akan berhati-hati dalam menyalurkan kredit di sektor pertambangan. Selanjutnya perseroan hanya akan memberikan pinjaman sektor pertambangan kepada pemain lama (old player).

Corporate Secretary BNI Ryan Kiryanto mengatakan, strategi yang sama juga dilakukan oleh industri perbankan secara umum. Namun demikian, bukan berarti pihak perbankan anti untuk menyalurkan kredit ke sektor ini.

"Artinya pemain lama yang sudah punya rekam jejak bagus, kinerjanya tidak terganggu oleh fluktuasi harga minyak di pasar internasional," ujar dia, di Kantor Pusat BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu 14 Juni 2017.

Dirinya menambahkan, penyaluran kredit di sektor pertambangan memang dipengaruhi oleh harga tambang yang belum meningkat signifikan. Oleh karena itu, hingga pertengahan tahun ini, kredit sektor pertambangan dinilai masih jalan di tempat.

"Setahu saya masih jalan cuma yang masih agak stuck itu minning. Karena kita tahu pricing dari tambang tidak bagus, belum recovery jadi hampir sementara semua bank itu tidak ekspansi di sektor tambang," jelas dia.

Pembatasan kredit di sektor pertambangan juga disebabkan oleh masih tingginya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sektor ini. Bahkan pada kuartal I-2017, NPL BNI untuk sektor pertambangan mencapai 9,4 persen.

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan jika NPL perbankan untuk sektor pertambangan masih sebesar 7,05 persen. Dalam dua tahun terakhir ini, kualitas kredit sektor pertambangan memang belum menunjukan perbaikan.


(ABD)