Legislator Soroti Pertumbuhan Ekonomi NTT Tidak Diikuti Penurunan Angka Kemiskinan

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 07 Aug 2017 12:21 WIB
berita dpr
Legislator Soroti Pertumbuhan Ekonomi NTT Tidak Diikuti Penurunan Angka Kemiskinan
Komisi XI DPR RI melakukan Kunjngan Kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur. Foto: Dok. DPR

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng menyatakan, pertumbuhan ekonomi di Porvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami pertumbuhan. Namun, pertumbuhan yang mencapai 5,18 persen itu tidak diikuti penurunan tingkat kemiskinan di NTT. 

Mekeng menyebutkan, tingkat kemiskinan di provinsi yang bertetangga dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu masih tinggi, sekitar 22 persen. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
 
"Jangan sampai pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh para penguasa saja, tetapi rakyat kecil tidak merasakan," kata Mekeng, usai pertemuan dengan Kanwil BPK, Kanwil OJK, Kanwil BPS, Perbankan Provinsi NTT, PT. Askrindo dan Jamkrindo, BI dan BNI di Kota Kupang dalam keterangan tertulis, Senin 7 Agustus 2017.

Politikus Golkar itu mengungkapkan, kebijakan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi harus menyentuh seluruh kelompok, khususnya masyarakat yang masuk kedalam tingkat ekonomi menengah kebawah. Salah satunya pada peningkatan produktivitas di sektor pertanian dan perikanan. Sebab, produk domestik regional bruto (PDRB) NTT sebanyak 30 persen berasal dari dua sektor itu.
 
Jika gini rationya melebar antara si kaya dan si miskin, maka pada akhirnya APBN tidak akan tercapai. "Kita juga akan melihat apakah ada kebijakan-kebijakan daerah yang bertentangan dengan kebijakan pusat, dan uang-uang APBN benar-benar sampai ke tangan masyarakat, jika sampai ke tangan masyarakat akan bisa memperbaiki taraf kehidupan masyarakat," ungkapnya.
 
Oleh karena itu, Mekeng menyarankan agar anggaran yang ada itu diprioritaskan ke sektor pertanian dan perikanan. Jika diterapkan ke semua sektor, maka fokus Pemda NTT untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan penurunan tingkat kemiskinan tidak akan maksimal.

"Jadi, kita meminta agar lebih prioritas," ucapnya.


(ROS)