Bank Mandiri Sosialisasikan Larangan Penggesekan Ganda

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 06 Sep 2017 18:43 WIB
bank mandiripenggesekan ganda kartu
Bank Mandiri Sosialisasikan Larangan Penggesekan Ganda
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendukung langkah Bank Indonesia yang melarang praktik gesek ganda (double swipe) saat transaksi pembayaran dengan kartu kredit atau debit. Dengan begitu kartu nasabah hanya perlu digesek di mesin electronic data capture (EDC) dan tidak digesek di mesin kasir.

"Tidak semua merchant seperti itu juga, kita tidak tahu sumbernya," kata Direktur Utama Bank Mandiri  Kartika Wirjoatmodjo ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 6 September 2017.

Menurut dia praktik penggesekan ganda memang berpotensi terjadinya pencurian data nasabah. Untuk itu, Bank Mandiri akan lebih gencar melakukan sosialisai terkait larangan melakukan gesek ganda di setiap transaksi yang dilakukan.

"Kita akan lakukan sosialisasi agar tidak terlalu mudah memberikan data transaksi ke tempat umum. Nasabah juga kita minta untuk hati-hati dalam memberikan informasi perbankannya," jelas dia.

Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (BI) Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Hal ini terkait dengan kerahasiaan data nasabah yang bisa saja dicuri ketika ada penggesekan ganda.

Pada Pasal 34 huruf b, BI melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran. Tercakup di dalamnya adalah larangan pengambilan data melalui mesin kasir di pedagang.

 


(AHL)