Menenggelamkan 386 Kapal dalam Tiga Tahun, Susi: Saya Tidak Percaya

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 15 Jul 2017 15:27 WIB
illegal fishing
Menenggelamkan 386 Kapal dalam Tiga Tahun, Susi: Saya Tidak Percaya
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bisa menjadi pembantu Presiden Joko Widodo di sektor kelautan dan perikanan selama tiga tahun membuat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti heran. Apalagi dapat menenggelamkan 386 kapal pelaku illegal fishing.

"386 kapal yang sudah kita tenggelamkan. Dari sana, angka yang muncul membuat saya heran, kok bisa. Saya sendiri tidak percaya," ungkap Susi dalam ramah tamah halalbihalal Iluni Universitas Indonesia, di Kantor KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Sabtu 15 Juli 2017.

Susi pun berkilas balik sebelum dirinya menjadi menteri. Yakni hanya lulusan SMP dan seorang eksportir ikan. Namun, ketika Jokowi mengajak bergabung untuk mewujudkan misi Indonesia sebagai poros maritim dunia dan laut masa depan bangsa, yang ada dalam pikirannya adalah tugas mudah dan tugas berat sebab masyarakat Indonesia memiliki populasi sekitar 250 juta orang.

"Apa yang saya lihat selama 33 tahun saya kerjakan pekerjaan saya sebagai eksportir ikan yang berhenti pada 2004, itu adalah satu hal yang saya pikir sebuah mimpi dan ambisi secara geografis sangat realistis, tapi what we have ketika Jokowi jadi presiden itu very small," ungkap Susi.

"10 tahun di Susi Air, saya travelling, beroperasi di Papua melihat banyak hal yang harus dibenahi," imbuh dia.




Ketika menjabat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, mata Susi mulai "terbuka". Banyak ketidakberesan di sektor kelautan dan perikanan. Mulai dari rumah tangga nelayan berkurang, banyaknya perusahaan pengekspor ikan tutup, angka impor ikan sangat tinggi sampai banyaknya illegal fishing.

Untuk illegal fishing, Susi melanjutkan, dia mempunyai perhatian yang besar mengenai hal itu. Ia pun langsung mengumpulkan data dan mempelajarinya. Setelah mempelajari satu bulan, tercatat dari sekitar 7.000 kapal yang berlalu-lalang di laut Indonesia, hanya 1.300 kapal yang mempunyai izin.

"Saya butuh satu bulan data itu, akhirnya dapat angka 1.300-an yang punya izin tangkap ikan di Indonesia. Jadi akhirnya saya mulai, dari mana harus mengawali," ucap dia.

Memulai Penenggelaman

Susi mengaku untuk penenggelaman kapal, dirinya berpegang pada Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009. Ia juga menerbitkan peraturan pencegahan sebelum penenggelaman kapan dimulai, seperti moratorium kapal asing dan larangan transhipment.

Peraturan itu langsung disosialisasikan ke enam duta besar negara yang terlibat Illegal Unreported Unregulated Fishing (IUU Fishing) seperti Malaysia, Tiongkok, Thailand, Vietnam, Australia, dan Filipina serta para pengusaha.




"Selesai itu saya panggil kawan pengusaha satu persatu, saya bicara beberapa saya kenal baik. Saya bilang, pesta selesai. Kita maju ke depan, saya tidak akan mencari siapa salah siapa benar. Saya akan lakukan amnunisi nasional and from now stop," tegas dia.

Menurutnya, sebagai negara yang berdaulat, tidak sepantasnya banyak kapal tanpa izin berkeliaran di laut Indonesia dan mengambil ikan seenaknya yang menyebabkan penurunan stok ikan yang sangat drastis.

Kemudian ia pun mulai melakukan rapat-rapat dengan semua instansi termasuk Bakamla dan TNI untuk memulai penenggelaman kapal-kapal yang tidak berizin.

"Kita mulai rapat dengan semua instansi, karena saya tidak mungkin nenggelamin kapal sendiri. TNI, bakamla. By the time kita mulai eksekusi, terjadi penenggelaman pertama, kedua dan semua mengerti tidak ada protes," pungkas dia.


(AHL)