Arus Mudik, Pengguna Uang Elektronik di Jalan Tol hanya Naik 6%

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 11 Jul 2017 09:51 WIB
transaksi non tunaijasa marga
Arus Mudik, Pengguna Uang Elektronik di Jalan Tol hanya Naik 6%
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Lucky)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat adanya penetrasi penggunaan uang elektronik di ruas tol Jasa Marga selama musim mudik dan arus balik sebesar 34 persen.

AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan terjadi peningkatan penggunaan uang elektronik di jalan tol sebesar 6 persen dari kondisi normal yakni 28 persen.

"Penetrasi uang elektronik sebesar 34 persen untuk seluruh ruas jalan tol Jasa Marga. Jumlah ini meningkat 6 persen dari kondisi normal sebelum diskon, yaitu 28 persen," kata Heru dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa 11 Juli 2017.

Peningkatan penggunaan uang elektronik tersebut, jelas Heru, lantaran adanya diskon sebesar 20 persen yang diberikan Jasa Marga.

"Diskon 20 persen untuk pengguna uang elektronik yang diberikan oleh Jasa Marga pada H-3 sampai dengan H+2 dan H+4 sampai dengan H+6 Lebaran 2017," jelas Heru.

Heru menuturkan, menjelang 100 persen elektronifikasi di jalan tol pada Oktober 2017, saat ini perusahaan pelat merah yang bergerak dalam penyelenggarakan jalan tol tengah menyiapkan infrastruktur gardu tol baik Gardu Reguler maupun Gardu Tol Otomatis (GTO).

Beberapa gerbang tol yang sudah 100 persen memberlakukan transaksi menggunakan uang elektronik adalah Gerbang Tol Cililitan 3, Gerbang Tol Halim 3, Gerbang Tol Semanggi 1, Gerbang Tol Senayan. Lalu, Gerbang Tol Cengkareng 3, Gerbang Tol Kunciran 1 (Arah Merak), Gerbang Tol Kunciran 2 (Arah Jakarta), Gerbang Tol Karawaci 2 (Arah Jakarta), dan Gerbang Tol Bekasi Barat 3.




Sebelumnya, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan diskon ini diberikan untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). "Kan kita juga baru launching GNNT, jadi untuk mendukung gerakan itu untuk yang memakai e-toll kita kasih diskon 20 persen. Di semua ruas Jasa Marga," kata Desi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan menggunakan uang elektronik dalam setiap pembayaran di gerbang tol akan mempersingkat waktu transaksi. Jika dibandingkan dengan transaksi manual penggunaan uang eletronik ini alam memangkas waktu separuh dari transaksi manual.

"Supaya masyarakat beli e-toll. Buat kami transaksi cepat, tidak ada separuhnya dari transaksi manual," ucap Desi.

Desi pun menargetkan transaski menggunakan uang eletronik ini akan melonjak selama arus mudik dan arus balik. "Kita berharap lonjakan itu adanya di uang elektronik," pungkas Desi.


(AHL)