Menjaga Kestabilan Harga Sembako via Operasi Pasar

Ferdian Ananda    •    Rabu, 19 Apr 2017 16:08 WIB
sembako
Menjaga Kestabilan Harga Sembako via Operasi Pasar
Sembako (ANT/Aditya Pradana Putra).

Metrotvnews.com, Banda Aceh: Pemerintah Aceh siap menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga sembako di pasaran. Pemerintah mengatakan, Perum bulog Aceh telah melakukan persiapan untuk menjaga stok pangan selama Ramadan dan Lebaran, mereka menyiapkan stok untuk beras, daging, dan gula.

Kepala Dinas Perdagangan Aceh, Asmauddin, mengatakan, guna mengantisipasi lonjakan harga sembako jelang bulan Ramadan, Pemerintah Aceh akan mengelar pasar murah di sejumlah titik di Aceh, pasar murah ini akan dilakukan sepekan jelang ramadan.

"Sebulan jelang Ramadan harga sembako masih stabil. Namun antisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi di Aceh akan gencar dilakukan melalui operasi pasar murah sepekan sebelum Ramadan tiba," katanya dikutip dari Media Indonesia, Rabu 19 April 2017. 

Menurutnya, operasi pasar tersebut dimaksimalkan pada penjualan sembako dan kebutuhan ramadan lainya, seperti telur, gula, beras, tepung dan minyak goreng. Oleh karena itu, pemerintah telah melakukan pemantauan dan memonitor harga sembako di pasaran.

"Biasanya jelang hari raya itu, terjadi lonjakan harga pada kebutuhan bahan pokok. Dengan turun tim dari pusat, kami akan memaksimalkan pada pemantauan sembako dipasaran," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga telah menjalain kesepakatan dengan pelaku usaha terkait fluktuasi harga untuk tiga komoditi utama yang menjadi fokus pemerintah, ialah daging gula dan minyak goreng.

"Lonjakan harga yang kerap terjadi di Aceh lebih didasari pada stok yang menipis. Oleh karena itu, untuk bulan ramadan ini kami sudah berkoordinasi dengan kementerian perdangangan untuk antisipasi hal ini dan pelaku usaha di sejumlah daerah guna memaksimalkan pasokan sembako ke Aceh," terangnya.

Sedangkan, persediaan gula pasir di gudang bulog Aceh sebanyak 1.250 ton dan secara keseluruhan di gudang bulog seluruh Aceh mencapai 4.500 ton. Sementara beras bulog seluruh divre di provinsi Aceh mencapai 40.000 ton.

Guna menstabilkan harga daging di Aceh yang menlonjak drastis mencapai Rp200.000 per kg, Pemerintah menyiapkan opsi daging beku dengan harga HET Rp80.000 per kg secara nasional jelang ramadan dan lebaran. 

Kadisperindag Aceh, Asmauddin menyebutkan dalam menstabilitaskan harga daging di Aceh, pemerintah lebih mengikuti permintaan pasar karena harga daging di sejumlah daerah berbeda-beda.

"Kami tetap berupaya menstabilkan harga. Apalagi daging beku merupakan alternatif dari pemerintah agar masyarakat bisa mendapat kebutuhan protein daging dengan harga terjangkau. Jadi jika sapi lokal maka harganya lebih mahal," sebutnya.

Namun masyarakat Aceh pada umumnya lebih memilih membeli daging segar di pasar-pasar tradisional atau pasar dadakan. Dimana harga daging sapi di Aceh pada hari-hari biasa berkisar antara Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kg. 

Sementara saat tradisi jelang lebaran, harga daging melonjak menjadi Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram.

"Biasanya, masyarakat juga ramai membeli daging yang disediakan pedagang pada pagi hari. Meski harganya mahal, persediaan daging sapi saat memang kadang tidak mencukupi. Harga daging sapi di Aceh berkisar di atas harga Rp120 ribu per kilogram. Bahkan, saat perayaan hari meugang bisa melonjak hingga rp 200 ribu per kilogram," pungkasnya.



(SAW)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

22 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA