Bappenas: Upaya Menurunkan Kemiskinan Makin Berat

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 09 Jan 2018 18:47 WIB
kemiskinanbappenas
Bappenas: Upaya Menurunkan Kemiskinan Makin Berat
Kemiskinan -- Antara/ Adang Bustomi.

Jakarta: Meski angka kemiskinan mengalami penurunan, tingkat keparahan dan kedalamannya tercatat meningkat. Menteri PPN atau Kepala Bappebas Bambang Brodjonegoro mengatakan hal tersebut disebabkan karena rata-rata pengeluaran orang miskin makin menjauhi garis kemiskinan.

Bambang menyatakan semakin jauh tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan, maka akan semakin sulit dan perlu upaya ekstra untuk menurunkan angka kemiskinan.

"Kalau garis kemiskinannya makin ke bawah, artinya makin berat untuk mengangkat kelompok yang miskin untuk keluar dari kemiskinan, upayanya akan makin berat," kata Bambang di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Januari 2018.

Penyebab meningkatnya kedalaman dan keparahan tersebut diindikasikan karena bantuan sosial yang selama ini diberikan kurang tepat sasaran. Bambang mencontohkan dalam kasus rastra atau beras sejahtera yang didistribusikan melalui kepala desa. 

Baca: Kepala Bappenas Yakin Angka Kemiskinan Bisa di Bawah 10%

Dalam praktiknya, masih ada kepala desa yang curang dan memberikan lebih banyak beras tersebut pada kerabat yang dianggap tergolong dalam kelompok miskin. Padahal ada masyarakat atau warga yang lebih membutuhkan.

"Akhirnya ketimpangan kemiskinan jadi melebar. Makanya mulai sekarang rastra tidak diberikan dalam bentuk fisik, tapi melalui bantuan pangan nontunai," jelas dia.

Selain itu, adanya inflasi pada padi dan umbi-umbian mengakibatkan upah riil buruh mengalami penurunan. Hal itu kian memperparah tingkat kemiskinan.

Adapun dalam catatan Medcom.id yang dihimpun terungkap bahwa angka kemiskinan di Indonesia sejak 10 tahun terakhir hanya turun 10,12 persen atau berkurang 8,38 juta jiwa dari total 34,96 juta orang miskin pada 2008. Sedangkan tingkat gini ratio bisa dikatakan berhasil menurun 0,038 poin menjadi 0,391 pada 2017.

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2009 angka kemiskinan tercatat 14,15 persen (dari jumlah penduduk) atau 32,53 juta orang, di 2010 sebesar 13,33 persen atau 31,02 juta orang, di 2011 sebesar 12,49 persen atau 30,12 juta orang, dan di 2012 sebesar 11,96 persen atau 29,25 juta orang.

Baca: Jalan Terjal Menurunkan Kemiskinan

Selanjutnya pada 2013 angka kemiskinan sebesar 11,36 persen atau 28,17 juta orang dan 2014 sebesar 11,25 persen atau 28,28 juta orang. Pada 2015 angka kemiskinan sebesar 11,22 persen atau 28,6 juta orang dan 10,86 persen atau 28 juta penduduk miskin di 2016.

Jika dilihat lebih rinci, tingkat kemiskinan terbaru pada September 2017 mencapai 26,58 juta orang  atau 10,12 persen dari jumlah penduduk. Jumlah itu berkurang 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 sebanyak 27,77 juta orang (10,64 persen).



(Des)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA