Obligasi Daerah Belum Banyak Diminati Pemda

Eko Nordiansyah    •    Senin, 09 Oct 2017 20:46 WIB
obligasi
Obligasi Daerah Belum Banyak Diminati Pemda
Illustrasi. MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah daerah (Pemda) dinilai belum memiliki minat untuk menerbitkan obligasi daerah. Padahal obligasi daerah dapat menjadi alternatif sumber pembiayaan oleh pemerintah daerah guna membiayai kegiatan investasi sektor publik. 

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menyebut, pihaknya belum berminat untuk menerbitkan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan. Terlebih lagi obligasi daerah memiliki berbagai risiko yang tinggi, yang membutuhkan pengelolaan yang tepat sehingga tak menimbulkan masalah.

"Pemerintah Provinsi Lampung belum mengarah ke penerbitan obligasi daerah, karena kami sedang mempelajari itu," ungkap Ridho di Kantor Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jalan Daksa IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 9 Oktober 2017.

Dirinya menambahkan, meski obligasi daerah termasuk suatu yang menarik namun risiko yang ada juga tidak kalah besar. Jika tidak dikelola dengan baik justru obligasi daerah bisa menambah beban bukan hanya pemerintah provinsi, namun juga pemerintah kabupaten dan/atau kota.

"Menjabat saja maksimal dua periode, jangan sampai menghabiskan uang (anggaran) untuk tiga periode. Jangan sampai penggantinya kerjanya hanya bayar utang dan dicaci rakyat," jelas dia.

Ketua Umum ISEI Muliaman D Hadad mengakui jika instrumen ini belum banyak diminati oleh para kepala daerah sebagai alternatif pendanaan. Padahal pemerintah telah menerbitkan aturan yang jelas dengan memperbolehkan daerah menerbitkan obligasi.

"Kendala dari penerbitan obligasi daerah itu adalah kapasitas dari daerah. Terakhir itu yang sempat saya ikuti bagaimana meyakini kapasitas terutama kapasitas di pemerintah daerah, karena utangnya jangka panjang," kata dia.



(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA