OJK: Butuh Waktu untuk Menurunkan NPL di BPR

Eko Nordiansyah    •    Senin, 10 Jul 2017 14:56 WIB
perbankan
OJK: Butuh Waktu untuk Menurunkan NPL di BPR
Ketua DK OJK Muliaman D Hadad (ANT/Puspa Perwitasari).

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut jika butuh waktu yang tak singkat untuk membenahi masalah rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).  Upaya pemulihan NPL tergantung pada beberapa faktor yang memang berkaitan dengan bagaimana menurunkan NPL di industri BPR.

"Artinya memang memerlukan waktu untuk menangani NPL ini. Tapi ini juga sekaligus terkait dengan banyak hal seperti kondisi ekonomi dan sebagainya," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin 10 Juli 2017.

Data OJK menunjukkan jika NPL di BPR mengalami kenaikan sejak tahun lalu. Tercatat pada April 2017, NPL BPR mengalami peningkatan menjadi 6,98 persen dibandingkan dengan posisi pada Desember 2016 yang sebesar 5,83 persen.

Muliaman menambahkan, kondisi tersebut tak lepas dari kenaikan NPL untuk industri perbankan sejak 2016. Bukan hanya di BPR, tetapi hampir keseluruhan bank mengalami masalah yang sama yaitu kenaikan NPL.

"Karena industri perbankan secara umum tahun lalu mengalami tekanan NPL cukup signifikan. Tapi sama dengan bank umum, yaktu bisa ter-contain karena kecenderungannya tidak semakin meningkat tapi stabil. Malah cenderung menurun," jelas dia.

Untuk itu dirinya berharap jika masalah ini dapat menjadi perhatian semua pihak agar bisa cepat diselesaikan. Bukan hanya otoritas pengawas, tetapi pelaku usaha di BPR diminta untuk lebih berhati-hati dalam mengelola usahanya.

"Oleh karena itu, ini akan menjadi perhatian dari pengawasaan dari OJK untuk menangani sisa-sisa NPL agar tak menganggu ekspansi," pungkasnya.



(SAW)