Pembangunan Proyek Strategis Wajib Mulai Dikerjakan Sebelum 2019

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 22 Aug 2017 10:36 WIB
proyek strategis nasional
Pembangunan Proyek Strategis Wajib Mulai Dikerjakan Sebelum 2019
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. (FOTO: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah menetapkan 225 proyek infrastruktur masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) dan telah dikukuhkan melalui Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan, proyek strategis merupakan proyek yang pembangunannya dimulai sebelum 2019, bukan yang pembangunannya ditargetkan selesai di 2019, ketika pemerintahan berakhir.

"Enggak harus semua proyek selesai 2019, tapi memang yang past harus dumulai sebelum 2019," kata Bambang dalam wawancara khusus dengan Metrotvnews.com.

Bambang mengatakan, jika hingga 2019 proyek tersebut tak juga mulai dikerjakan, maka proyek tersebut akan didrop. Biasanya, untuk proyek yang punya potensi didrop, kata Bambang merupakan proyek yang banyak menemui hambatan.

Namun, mantan Menteri Keuangan ini menegaskan, hambatan yang dimaksud mengenai pendanaan. Dia bilang, soal pendanaan banyak swasta yang mau diajak kerjasama.

Untuk menarik minat swasta, tentu butuh dorongan dari pemerintah pusat untuk mengatasi hambatan yang dimaksud seperti perizinan, lahan dan koordinasi dengan pemerintah daerah.

"Hambatan anggaran hampir praktis tidak ada. Paling banyak misalkan ada daerah yang tadinya ingin mengembangkan kawasan industri tapi kemudian dia enggak lakukan pembebasan lahan yang memadai sampai waktu di mana seharusnya dia mulai, dan itu enggak mungkin lagi ditunggu sampai 2019. Jadi ya lebih baik didrop," jelas Bambang.

 


(AHL)