Di Bangka, Pengecer Jual Harga Cabai Rawit Rp100.000/Kg

   •    Minggu, 16 Apr 2017 13:55 WIB
harga cabai
Di Bangka, Pengecer Jual Harga Cabai Rawit Rp100.000/Kg
Illustrasi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Metrotvnews.com, Bangka: Harga cabai rawit di tingkat pengecer di beberapa pasar tradisional di Sungailiat Bangka. Provinsi Bangka Belitung, (Babel) lebih tinggi jika di bandingkan di tingkat pedagang yang hanya Rp70 ribu per kilogram (kg).

Di tingkat Pengecer di pasar tradisional sungailiat Bangka, harga cabai rawit dijual mencapai Rp100 ribu per kg. Sedangkan di pasar Kenangan pun demikian.

Lukman salah satu pengecer cabai rawit di pasar sungailiat Bangka mengatakan, sebelumnya harga cabai rawit Rp120 ribu per kg, dan sekarang turun menjadi Rp100 ribu per kg.

"Kalau seminggu lalu harga Rp120 ribu per kg, sekarang turun menjadi Rp100 ribu per kg," terangnya dikutip dari Antara, Minggu 16 April 2017.

Sementara di tingkat pedagang harga cabai rawit justru jauh lebih murah dengan perkilonya sebesar Rp70 ribu.

"1,5 ons Rp10 ribu kalau per kg kita jual Rp70 ribu," kata Ayung di Pasar Sungailiat.

Dia menyebutkan menyambut puasa dan lebaran, harga kebutuhan poko lainya masih tergolong stabil seperti cabai rawit besar Rp40 ribu per kg, bawang merah Rp36 ribu per kg, dan pasir Rp12 ribu per kg.

"Menjelang puasa dan Lebaran, harga kebutuhan pokok masih stabil alias normal," ucapnya.

Di sisi lain, Yusrizal pedagang daging sapi di pasar pembangunan Pangkalpinang mengaku harga daging sapi masih normal Rp120 ribu per kg.

"Harga daging sapi tetap Rp120 ribu per kg," kata Yusrizal.

Di tempat terpisah, Kepala Disperindag Provinsi Bangka Belitung. Yuliswan mengatakan, mereka akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga menjelang puasa dan Lebaran.

"Kita akan terus pantau dan awasi pengecer dan pedagang, jangan sampai terjadi lonjakan, kalau pun terjadi akan segera kita antisipasi," kata Yuliswan.

Menurut Yuliswan memang tujuan pengecer dan pedagang mencari keuntungan, tapi harus di pikirkan yang wajar-wajar sehingga tidak memberatkan masyarakat.

"Di tingkat Distributor, kita minta tetap meningkatkan pasokan, sehingga stok ada, dan tidak terjadi gejolak harga," pinta Yuliswan.


(SAW)