Akademisi: Kita Harus Akui Ketimpangan Infrastruktur Pembangunan

   •    Jumat, 19 May 2017 10:48 WIB
infrastruktur
Akademisi: Kita Harus Akui Ketimpangan Infrastruktur Pembangunan
Ilustrasi (FOTO ANTARA/R. Rekotomo)

Metrotvnews.com, Palu: Pakar Ekonomi Universitas Tadulako Palu Suparman Samsudin mengatakan pembangunan di daerah masih terjadi ketimpangan khususnya ketersediaan infrastruktur. Adapun kondisi paling nyata terjadi adalah antardaerah di kepulauan dan daerah pegunungan.

"Terutama infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan," kata Suparman, seperti dikutip dari Antara, di Palu, Jumat 19 Mei 2017.

Suparman mengatakan ketimpangan tersebut juga dapat dilihat dari rasio elektrifikasi yang masih rendah mengingat sasaran elektrifikasi saat ini baru sebatas daratan dan itu terbatas di dataran. "Terutama di pulau-pulau dan pegunungan, elektrifikasi kita masih sangat rendah," katanya.

Infrastruktur lainnya, kata Suparman, adalah ketersediaan sarana dan prasarana air bersih yang hingga kini masih menjadi masalah. Sejumlah daerah khususnya di kepulauan dan daratan tinggi masih terjadi ketimpangan terhadap pelayanan dasar masyarakat tersebut.

Kondisi tersebut berdampak terhadap berbagai aspek terutama pertumbuhan ekonomi daerah maupun terhadap indeks pembangunan manusianya. "Tidak heran, daerah-daerah yang tidak maksimal dukungan infrastrukturnya memiliki indeks pembangunan manusia yang rendah terutama dari aspek kesehatan dan pendidikan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III (Pembangunan) DPRD Sulawesi Tengah Zulfakar Nasir mengatakan ketimpangan pembangunan infrastruktur terjadi karena belum mendapat dukungan anggaran yang memadai khususnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Akses ke sejumlah daerah harus diakui belum sepenuhnya baik apalagi di daerah kepulauan. Jelas ini belum mencerminkan keadilan dan pemerataan pembangunan," pungkasnya.

 


(ABD)