BI Klaim Daya Beli Masyarakat Mulai Pulih

Desi Angriani    •    Jumat, 15 Sep 2017 12:42 WIB
daya beli masyarakat
BI Klaim Daya Beli Masyarakat Mulai Pulih
Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dodi Budi Waluyo. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengungkapkan daya beli masyarakat mulai membaik meski pertumbuhan konsumsi rumah tangga melambat pada kuartal II-2017 yang hanya tumbuh sebesar 4,95 persen.

Hal itu tercermin dari angka penjualan sepeda motor nasional pada Juni hingga Juli 2017 yang tumbuh 11 persen dibanding periode sama tahun lalu.

"Konsumsi sudah ada initial movement yang jauh lebih baik dari yang kemarin. Penjualan dari kendaraan bermotor lebih tinggi dari Juli," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dodi Budi Waluyo di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat 15 September 2017.

Dody menuturkan, meski konsumen masih menahan beberapa kegiatan konsumsi, cerminan daya beli yang meningkat tampak dari indikator pendapatan dan nilai tukar petani (NTP) yang naik 0,94 persen atau sebesar 101,60 pada Agustus 2017.

"Indikator pendapatan, itu juga cerminan daya beli sudah mulai meningkat. Kita lihat NTP periode terakhir juga sudah mulai meningkat pertumbuhannya. Upah buruh riil bangunan upah buruh rill petani juga sudah mulai membaik," tuturnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2017 yang mencapai 5,01 persen mengalami penurunan kontribusi dari indikator konsumsi rumah tangga.

Tercatat, sumbangan konsumsi rumah tangga pada Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sebesar 2,65 persen. Padahal di kuartal I-2017 dan kuartal II-2016 mencapai 2,72 persen dari total PDB.

Sementara secara laju petumbuhan indikator, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,95 persen sepanjang kuartal II-2017. Pertumbuhan tersebut terbilang tipis dari kuartal I 2017 sebesar 4,94 persen. Namun, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2016 yang mampu mencapai 5,07 persen.

 


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

22 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA