Indonesia Jadi Pasar Pangan Terbesar Australia Barat

Dheri Agriesta    •    Sabtu, 14 May 2016 17:13 WIB
pangan global
Indonesia Jadi Pasar Pangan Terbesar Australia Barat
Ilustrasi pangan. (FOTO: MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Makanan, Pertanian, dan Transportasi Australia Barat Dean Nalder menyebut Indonesia sebagai pasar terbesar pasokan makanan asal Australia. Setidaknya, 40 persen ekspor makanan mereka dikirimkan ke Indonesia.

Nalder mengatakan, jarak antara Indonesia dan Australia menjadi faktor penting dari kerja sama ini. Australia dan Indonesia dapat ditempuh dengan pesawat dan kapal tanpa memakan waktu yang lama.

"Permintaan makanan meningkat di seluruh dunia, tapi 40 persen makanan yang kita ekspor masuknya ke Indonesia. Indonesia jadi partner penting saat ini, kalau berbicara tentang makanan," kata Nalder, di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (14/5/2016).

Australia mengirimkan beberapa hasil pertanian yang bisa dijadikan bahan baku untuk makanan olahan di Indonesia, seperti gandum. Gandum ini kemudian diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti tepung atau mi instan.

Hasil olahan itu kemudian dikirimkan kembali ke Australia Barat. Nalder sadar, pasar Indonesia dan Australia terus berkembang. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya masyarakat kelas menengah di Indonesia.

Selain itu, kata dia, ada banyak perusahaan Australia yang bekerja sama dengan perusahaan asal Indonesia. Australia pun terus mencari kemungkinan memperluas kerja sama kedua negara. Selain gandum, daging sapi menjadi salah satu komoditas terbanyak yang dikirimkan ke Indonesia.

"Daging sapi, sekitar 88 juta dolar Australia setahun. Kita masih lihat peluang lain, kita mau mencari peluang lainnya," tambah dia.

Sedangkan Australia Barat menerima produk olahan seperti mi instan dari Indonesia. Selain itu, mereka juga mendapatkan ikan yang dijual nelayan Indonesia.

"Tapi paling banyak makanan olahan, Indonesia bagi kami ekspor terbesar. Pasar yang sangat penting, kita mau pastikan kerja sama tetap terjalin. Memastikan kebutuhan masyarakat," pungkas dia.


(AHL)